Jumat, 20 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Dikirim dari Sulawesi ke Surabaya via Laut

Polisi Gagalkan Penyelundupan 427 Satwa Tanpa Dokumen

12 Mei 2019, 04: 21: 14 WIB | editor : Wijayanto

ILEGAL: Kapolres Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (kiri) menunjukkan salah satu satwa yang akan diselundupkan.

ILEGAL: Kapolres Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (kiri) menunjukkan salah satu satwa yang akan diselundupkan. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menggagalkan penyelundupan 427 satwa yang di antaranya masuk dalam kategori yang dilindungi, Sabtu (11/5). Diketahui ratusan satwa ini sengaja dikirim melalui jalur laut dari Sulawesi ke Surabaya.

Aksi penyelundupan satwa ini terbongkar setelah pihak kepolisian bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Hewan Surabaya. Dari kasus ini, petugas menangkap dua orang berinisial SRW, 28, dan HM, 34, yang saat itu berperan sebagai pengantar satwa dan penerimanya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengungkapkan, kasus ini berawal saat pihaknya mendapat informasi terkait pengiriman satwa yang diduga ilegal atau tanpa dokumen resmi.

Hewan tersebut diangkut menggunakan truk melalui jalur laut dengan menumpang KM Dharma Kartika dari Sulawesi ke Surabaya. Untuk itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Karantina Hewan dan menunggu di Pelabuhan Tanjung Perak. “Kami amankan saat truk tersebut turun dari kapal,” katanya.

Dari pemeriksaan awal diketahui jika pengangkutan ratusan satwa tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen seperti surat kesehatan hewan dan dokumen lain dari daerah asal.

Polisi langsung membongkar muatan truk dan diketahui ada satu ekor burung nuri kepala hitam, satu ekor kakatua, tujuh ekor elang jenis black kite, dua ekor burung elang alap-alap, 400 ekor burung manyar, delapan ekor burung tuwu, dua ekor ular dan enam ekor biawak.

“Ada tiga jenis burung dilindungi yaitu nuri kepala hitam, kakatua dan elang. Ini dilarang karena masuk kategori dilindungi,” ujarnya.

Dari penangkapan itu, ada beberapa jenis burung yang mati saat dalam perjalanan yaitu satu burung elang black kite dan 150 ekor burung manyar. Polisi masih berkoordinasi dengan pihak balai besar karantina untuk menyelidiki kasus ini.

“Kami masih berkoordinasi mengenai kelengkapan dokumen dan hal lainnya, terutama kesehatan hewan. Kami ada waktu 1x24 jam untuk menyelidiki kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka SRW yang sebelumnya diduga sebagai penerima satwa mengaku hanya dititipi. Satwa tersebut bukan miliknya. Ia hanya diminta untuk mengambil dan kemudian mengirimkan lagi ke daerah lain.

Namun dari penyelidikan polisi, diketahui transaksi hewan-hewan tersebut melalui online. “Saya hanya menerima saja dan mendapat upah Rp 200 ribu untuk menerima hewan itu,” jelas tersangka SRW. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia