Jumat, 20 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Fashion Flek Time, Peragakan Baju dari Sisik Ikan

12 Mei 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

GRADUATION: Empat orang model berpose dengan mengenakan busana karya mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, di atrium oval Ciputra World Surabaya, Sa

GRADUATION: Empat orang model berpose dengan mengenakan busana karya mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, di atrium oval Ciputra World Surabaya, Sabtu (11/5). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

MAYJEN SUNGKONO  -  Saat ini, lini fashion semakin memperhatikan aspek sosial dan kelestarian lingkungan. Selain hadir dengan bahan-bahan yang lebih ramah, pemanfaan limbah sehari-hari menjadi produk fashion juga mulai dikembangkan.  

Seperti yang dilakukan oleh mahasiswea tingkat akhir jurusan Fashion Design and Business (FDB) Universitas Ciputra. Demi mendesain busana untuk memenuhi tugas akhir, mereka menghadirkan busana-busana unik yang terbuat dari limbah. 

Salah satunya adalah Michella Yohanna Sancoko, yang menghadirkan busana ready to wear dengan detail sisik ikan kakap. Limbah ikan kakap yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual dan estetik ini ia sulap menjadi aksen cantik pengganti payet.  

Payet-payet ini pun hadir dengan warna-warna soft seperti halnya warna soft pink yang manis. “ Perawatannya juga mudah, dicuci dengan dry clean saja sudah cukup, dan warna juga tidak gampang pudar,” jelasnya. 

Lain dengan Jennifer Christy. Ia memilih pendekatan sosial dalam mendesain busananya. Hal ini ia wujudkan dengan menggandeng pelukis muda dari kampus lain. Kolaborasi itu ia wujudkan ke dalam pemberian detail unik berupa sentuhan detail berupa  lukisan di atas rancangannya. 

Ia berharap, kolaborasi ini mampu memberikan inspirasi ladang baru kepada para pelukis untuk mengembangkan keseniannya, selain di atas kanvas.  Selain itu, pendekatan kebudayaan juga menjadi tema yang masih masif diangkat dengan mahasiswa-mahasiswa ini. 

Semangat yang di bawa sama, agar anak muda zaman sekarang semakin mencinti kain-kain tradisonal. Kebanyakan dari mereka menawarkan style yang di gemari anak muda, dengan memanfaatkan kain-kain tradisional. 

Seperti Nita Susianita yang menghadirkan coat elegant dari kain songket. Atau Ivy Melinda Rosary yang hadir dengan busana street style di atas kain tenun ikat. Busana-busana ini dipamerkan ke dalam Fashion show bertajuk Fashion Flex Time di Mall Ciputra World Surabaya selama dua hari selama hari Sabtu dan Minggu. 

Total ada 52 Mahasiswa yang menampilkan karyanya dalam show graduation ini. Selain mendesain busana, beberapa mahasiswa juga mendesain aksesoris juga sepatu untuk pelengkap show. 

“Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya menghadirkan kaya yang asal desain, tapi juga memiliki problem solving pada permasalahan lingkungan dan sosial saat ini,” kata Yoanita Tahalele, koordinator event selaku dosen pembimbing. (is/rud)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia