Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pembunuhan di Tanah Merah Diduga Masalah Rebutan Lahan Parkir

11 Mei 2019, 14: 41: 00 WIB | editor : Wijayanto

Kapolres AKBP Agus Rahmanto

Kapolres AKBP Antonius Agus Rahmanto (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Soeprayitno, 53, warga Jalan Sidotopo Wetan yang ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di rumah istri mudanya di Tanah Merah II, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Jumat (10/5) malam, diduga kuat adalah korban pembunuhan.

Hal ini tampak jelas dari keterangan para saksi dan luka bekas sabetan senjata tajam (sajam) di bagian tubuhnya antara lain di lengan kanan, kaki dan perut. Korban langsung dilarikan ke RSUD Dr Soetomo untuk dilakukan otopsi karena dugaan kematian yang tidak wajar.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, dugaan sementara korban memang menjadi korban pembunuhan. Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, korban diketahui berada di warung sekitar pukul 20.00.

Tiba-tiba dia didatangi dua orang pria yang mengendarai sepeda motor dan terlibat cekcok hingga di depan Tanah Merah gang II. “Setelah cekcok ini, saksi melihat korban tiba-tiba lari dan dikejar oleh seseorang yang membawa sajam,” katanya.

Saat lari diduga korban disabet pedang berkali-kali di bagian tangan, kaki, dan beberapa bagian tubuhnya. Setelah itu, korban langsung ambruk telentang di bale-bale (dipan) bambu dekat rumah istri mudanya tersebut. Mengetahui korban tak berdaya dan mengeluarkan banyak darah, pelaku lantas melarikan diri.

Warga yang baru pulang salat tarawih terkejut mengetahui korban yang sudah terkapar dan akhirnya meninggal dunia diduga karena kehabisan darah. Ini disebabkan salah satu luka di lengannya langsung mengenai pembuluh darah besar yang membuat darah keluar deras. “Kami masih lakukan VER (visum et repertum, Red) terkait penyebab kematiannya,” katanya.

Kapolres mengatakan, anggota resrim dari Polsek Kenjeran dan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak sedang menyelidiki kasus tersebut. Terkait dengan informasi bahwa korban sempat ada masalah lahan parkir di Jalan Pogot yang kemungkinan menjadi motif pembunuhan, pihaknya masih mengempulkan informasi guna pengungkapan.

“Informasi sekecil-kecilnya kami kumpulkan untuk penyelidikan. Dugaan memang banyak, namun belum bisa kami simpulkan,” tuturnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia