Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Razia Mamin, Temukan Daging Tak Layak dan Parsel Kedaluwarsa

11 Mei 2019, 13: 54: 58 WIB | editor : Wijayanto

KEDALUWARSA: Kadiskoperindag Agus Budiono memeriksa daging ikan tuna yang dinilai kedaluarsa.

KEDALUWARSA: Kadiskoperindag Agus Budiono memeriksa daging ikan tuna yang dinilai kedaluarsa. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdangangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko modern. Hasilnya, ada puluhan minuman kemasan dan daging yang tidak layak. Barang tersebut kemudian diamankan oleh petugas.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan Kepolisian. Mereka secara khusus mencari jenis barang yang dinila tidak layak jual maupun kadaluarsa. Saat melakukan sidak di salah satu toko modern di GKB, petugas menemukan daging ikan tuna yang dinilai kadaluarsa. Daging tuna itu menghitam dan sedikit berjamur.

Staf Dinas Kesehatan Bagian Farmamin Gresik Rawiki mengatakan, sesuai penelitian yang dilakukan oleh pihaknya ada sejumlah barang ditemukan tidak layak dijual. Salah satunya daging, ikan tuna dan puluhan jenis minuman kemasan. Jenis barang terindikasi kuman dan memiliki bakteri tidak boleh dikonsumsi dan dijual.

Dia juga menuturkan, penyimpanan untuk makanan basah seperti daging harus selalu dikontrol suhu pendinginnya. Jika tidak, kuman akan cepat sekali menyerang dan menimbulkan bahaya bagi jenis makanan. “Yang jenis minuman tadi kita temukan penyok, kalau diminum akan ditimbul penytakit. Karena penyok itu kan bakteri sudah masuk,” pungkasnya.

Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono mengatakan, operasi digelar untuk menciptakan stabilitas kemanan dalam pangan, terutama saat Ramadan. Operasi tersebut bakal terus digelar hingga menjelang hari raya. Pihaknya ingin memastikan seluruh produk jenis makanan dan minum yang dijual di seluruh pasar layak dikonsumsi.

“Kita mengantisipasi produk-produk yang kadaluarsa, salah satunya yang kita temukan ada makanan basah, seperti daging dan ikan tuna terdapat batas maksimal penjualan tapi masih dijual. Hal ini tidak diperkenan sesuai undang-undang perdagangan republik Indonesia,” ujarnya.

Agus mengimbau ke pihak swalayan agar barang tersebut ditarik. Sebab, jika tidak ditarik maka akan menyalahi undang-undang perdagangan.

Setelah diingatkan petugas, ditambahkan Agus, pihak swalayan berdalih tidak tahu jika barang yang dijual itu sudah kedaluwarsa. "Wewenang kita hanya mengimbau, kami sudah menegur pihak swalayan agar barang itu ditarik," ungkapnya. (rof/yud/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia