Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

PLN Kawal Pasokan Listrik Bulan Ramadan Tetap Andal

11 Mei 2019, 13: 52: 33 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Pekerja menyelesaikan perbaikan jaringan listrik PLN di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

ANTISIPASI: Pekerja menyelesaikan perbaikan jaringan listrik PLN di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Memasuki bulan puasa, PLN turut bersiap mengawal pasokan listrik selama Ramadan demi kelancaran dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Sama seperti tahun sebelumnya, PLN pun siagakan seluruh personel untuk menjaga keandalan pasokan listrik baik di siang hari maupun malam hari.

Namun demikian, menurut Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Fenny, ada sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya, jika biasanya siaga keandalan pasokan listrik dilakukan H-10 hari Raya Idulfitri namun tahun ini PLN telah bersiaga sejak tanggal 11 Maret – 24 Mei karena bersamaan dengan siaga pemilu. "Jadi tahun ini masa siaga lebih lama," terangnya di Surabaya.

Adapun terkait beban puncak wilayah Jawa Timur saat ini sebesar 4807 MW. Angka tersebut dinilai masih di bawah daya mampu sistem sebesar 6094 MW. Fenny meperkirakan beban puncak selama bulan Ramadan ini, pada malam hari mampu mencapai 5619 MW atau mengalami kenaikan sebesar 13,6 persen dibandingkan hari biasa.

"Saat ini status cadangan operasi normal sehingga dipastikan PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur dapat memberikan pelayanan optimal kepada seluruh pelanggan," ujarnya.

Fenny juga menjelaskan, Unit Induk Distribusi Jawa Timur terdiri dari 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan 1 Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) berkomitmen 24 jam siaga keandalan. Seluruh UP3 hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP) menjaga keandalan listrik hingga sampai ke rumah pelanggan.

Sementara UP2D bertugas mengatur dari sisi distribusi pasokan listrik ke masing-masing Gardu Induk. Dalam hal ini, UP2D siagakan 121 personel sebagai upaya menjaga keandalan sistem selama 24 jam yang ditempuh dengan tidak adanya rencana jadwal pemeliharaan serta meminimalisasi adanya gangguan selama bulan ini.

"121 personel tersebut terbagi menjadi tim dispatcher yang mengatur sistem operasi se-Jawa Timur, tim Yantek Pemeliharaan yang siap jaga keandalan 24 jam, tim Fasilitas Operasi, dan tim bagian Pemeliharaan dan Relay," jelasnya. (cin)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia