Jumat, 20 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Perolehan Suara Menguap, Caleg Golkar Lapor ke Bawaslu

10 Mei 2019, 21: 22: 23 WIB | editor : Wijayanto

BAWA BUKTI: Caleg Golkar Agoeng Prasodjo (kiri) saat melapor ke Bawaslu Surabaya.

BAWA BUKTI: Caleg Golkar Agoeng Prasodjo (kiri) saat melapor ke Bawaslu Surabaya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Caleg Golkar Agoeng Prasodjo dari dapil IV Surabaya melapor ke Bawaslu Surabaya. Caleg DPRD Surabaya tersebut mengungkap ada dugaan manipulasi data di enam TPS Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan dan dua TPS lainnya di Kelurahan Simomulyo Baru dan Kecamatan Sukomanunggal yang menyebabkan dirinya kehilangan suara. 

Agoeng mengungkapkan, kejadiaan itu telah merugikan dirinya. Seharusnya dia berada di urutan pertama dalam rekapitulasi suara sebanyak 4.713 suara. Namun hasil itu diduga telah diubah atau dimanipulasi. “Akhirnya suara saya berkurang menjadi 4.692 suara,” ungkapnya, Jumat (10/5).

Dia menegaskan, kemungkinan terjadi adanya kesalahpahaman ditingkat PPK di Kelurahan Simomulyo Baru dan Kelurahan Putat Jaya. Sebelumnya, ia menemukan titik permasalahan berkas C1 dan DAA1 yang berbeda. 

“Setelah saya telusuri ternyata ada kesalahan. Hasilnya saya cocokkan C1 dengan DAA1 dari Kecamatan Sukomanunggal dan Kecamatan Sawahan ternyata berbeda. C1 yang awalnya bukan milik seseorang, ini malah menjadi milik seseorang. Yang awalnya punya saya ada isinya nah ini tidak ada,” ujar caleg petahana ini.

Permasalahan tersebut ditemukan setelah pengecekan berkas DAA1. Sehinggaa berkas berikutnya DA1 dan DB1 juga terjadi kesalahan. “Jadi saat rekap itu jelas, C1 itu benar, DAA Pleno benar, dan DAA1 ini yang salah,” terangnya.

Saat datang ke Bawaslu Surabaya anggota Komisi C DPRD Surabaya ini membawa surat-surat lengkap yang menjadi barang bukti adanya kecurangan. Di antaranya, ia membawa berkas C1, DAA1 dan DAA Pleno. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Surabaya Hadi Margo mengatakan, selama dua hari pasca selesainya rekapitulasi tingkat Surabaya, ada sekitar enam laporan terkait pemungutan dan rekapitulasi Pemilu 2019.

Setelah adanya laporan tersebut, Bawaslu Surabaya akan megkaji dan mendalami laporan yang ada dan mengkomparasikan alat bukti yang diberikan oleh pelapor.

“Ada 14 barang bukti yang kami terima, kami akan cocokkan C1 yang dimiliki Bawaslu, C1 yang dimiliki KPU, dan DA1 mapun DAA1. Apakah angkanya sama atau berubah, harus kita cek satu persatu, jadi tidak bisa dengan gegabah,” ujar Hadi saat ditemui di kantor Bawaslu.

Dengan adanya dugaan manipulasi hasil suara pemilu, pihaknya akan memanggil seluruh jajaran PPK yang bertugas di Kecamatan Sukomanunggal dan Kecamatan Sawahan serta KPU Surabaya. (gin/vga)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia