Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diperiksa Satu Jam, Pilot Penganiaya Akhirnya Ditahan

10 Mei 2019, 17: 18: 18 WIB | editor : Wijayanto

TERTUNDUK: Oknum pilot Arden Gabriel Sudarto saat berada di Mapolrestabes Surabaya.

TERTUNDUK: Oknum pilot Arden Gabriel Sudarto saat berada di Mapolrestabes Surabaya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Oknum pilot Lion Air Arden Gabriel Sudarto akhirnya ditahan, Kamis (9/5). Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan saksi dan mengumpulkan alat bukti, tersangka penganiayaan pegawai Hotel La Lisa, AR dinyatakan melanggar sejumlah pasal.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, tersangka ini tiba pada Rabu (8/5) malam. Tersangka datang sekitar pukul 20.00. Saat itu tersangka menjalani penyidikan di ruang Ditreskrimum Polda Jatim. Hingga pada pukul 21.00 langsung dikeluarkan surat penahanannya. “Tidak lama hanya diperiksa satu jam. Bukti dan saksi sudah kuat,” terangnya.

Ia menambahkan, penahanan tersangka dilakukan karena dikhawatirkan yang bersangkutan bisa menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. Selain itu, keinginan publik yang luas terhadap penahanan tersangka juga menjadi pertimbangan tersendiri dalam penahanan kali ini.

“Kasus ini mendapat perhatian yang luas, kami tidak tebang pilih. Sebanyak 130 ribu komentar di media sosial terkait kasus ini dan sebagian menganggap kami tidak serius ini kita buktikan,” tegasnya.

Ia mengatakan, untuk proses tersebut pihaknya tidak melakukan pemanggilan terhadap tersangka namun penangkapan. Ini dikarenakan semua bukti jelas, baik saksi maupun bukti CCTV. “Perlu digaris bawahi tersangka bukan kami panggil tapi kami tangkap,” ujarnya.

Arden juga sempat dirilis di hadapan wartawan di Polrestabes Surabaya, kamis (9/5). Hanya saja tak ada pernyataan apapun dari tersangka dan juga kepolisian, termasuk Kanit Jatanras Iptu Giadi Nugraha yang merilisnya. ”Saya no comment, statement langsung dari Polda,” ungkap Giadi.

Kepada penyidik, Arden mengaku kesal dengan korban AR. Sebab korban tak menyetrika bajunya. Padahal, seragam tersebut akan dipakai bertugas. Saat ia coba kenakan, kondisi baju itu kusut. Namun, AR tetap ngotot bahwa sudah mensetrikanya.

Hal itulah yang menyulut emosi warga Jakarta tersebut. Hingga akhirnya, dia mendatangi AR yang berada di belakang meja pelayanan. Dua tamparan dan dua pukulan pun dilayangkan hingga berujung pada laporan polisi. (gun/yua/vga)

(sb/yua/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia