Jumat, 20 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Lebaran, Okupansi Hotel Jatim Diprediksi Capai 50 Persen

10 Mei 2019, 17: 03: 58 WIB | editor : Wijayanto

LONG SEASON: Tamu hotel melakukan reservasi di salah satu hotel di Surabaya Pusat. Bulan Ramadan dan Lebaran diperkirakan akan berdampak pada penuruna

LONG SEASON: Tamu hotel melakukan reservasi di salah satu hotel di Surabaya Pusat. Bulan Ramadan dan Lebaran diperkirakan akan berdampak pada penurunan okupansi hotel. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Timur (PHRI Jatim) memperkirakan tingkat keterisian atau okupansi hotel di Jatim pada momen Lebaran nanti hanya mampu mencapai rata-rata sekitar 45-50 persen.

Ketua PHRI Jatim Herry Siswanto mengatakan, memasuki bulan Ramadan ini biasanya tingkat okupansinya memang lebih rendah karena belum banyak aktivitas menginap atau makan di hotel. Namun, saat mendekati dua minggu terakhir sebelum Lebaran, okupansi cenderung mulai meningkat.

“Biasanya pada minggu pertama puasa itu okupansi hanya sekitar 41 persen, setelah itu meningkat sampai saat Lebaran maksimal bisa sampai 50 persen,” terangnya.

Herry menuturkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, perhotelan sudah beberapa bulan lalu menyiapkan sejumlah paket-paket promo untuk menarik tamu sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.

“Hotel-hotel biasanya sudah membuat paket-paket menginap dengan rate khusus. Selain itu juga paket buka puasa bersama dengan berbagai macam sajian masakahn Nusantara dan menu unggulan masing-masing hotel,” katanya.

Hingga kini, lanjutnya, PHRI sudah banyak bekerja sama dengan perusahaan aplikasi penyedia jasa booking hotel atau agen travel online guna menggenjot kinerja perhotelan sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini yang serba online.

Di sisi lain, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono menyebutkan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang dan tidak berbintang di Jatim pada Maret 2019 rata-rata 53,47 persen. TPK tersebut naik tipis 0,82 poin jika dibandingkan Februari. “Namun kalau dibandingkan dengan Maret 2018, TPK hotel kita ini turun karena periode yang sama tahun lalu sekitar 59,51 persen,” jelasnya.

Menurutnya, melihat tren tahunan pada bulan-bulan April hingga Juni atau saat momen Ramadhan hingga Lebaran, pada 2018 tepatnya Mei dan Juni TPK hotel di Jatim berada di bawah 50 persen. Namun setelah memasuki momen Lebaran dan adanya liburan sekolah pada Juli lalu mampu menggenjot TPK hotel sampai 58- 59 persen. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia