Kamis, 20 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Cleaning Servis Nyambi Pengecer SS

10 Mei 2019, 16: 58: 39 WIB | editor : Wijayanto

Tersangka Sarjono

Tersangka Sarjono (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Sarjono, 28, warga Jalan Kahuripan I RT 16/RW 02, Desa Celep, Kecamatan Sidoarjo harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pria yang kerja sebagai cleaning servis itu diringkus polisi lantaran terbukti menyimpan sabu-sabu (SS) di dalam rumahnya.

Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto menceritakan, tersangka diringkus polisi di rumahnya pada Selasa (7/5) lalu. Mulanya, polisi mendapat informasi jika tersangka ini kerap menjual SS di lingkungannya. 

Berbekal dari informasi itu, polisi langsung melakukan pemantauan terhadap gerak-gerik tersangka. Saat diketahui tersangka sedang berada di dalam rumah, polisi langsung melakukan penggerebekan. “Tersangka ditangkap tanpa ada perlawanan,” sebut Sugeng.

Selain itu, polisi juga berhasil menemukan delapan poket SS di dalam rumah tersangka bersama barang bukti lain. Yakni dua klip plastik kosong, sedotan plastik, satu buah handphone (HP) merk Vivo yang berisi percakapan transaksi SS.

Berbekal barang bukti itu, tersangka langsung digelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk penyelidikan lebih lanjut. Di hadapan penyidik, tersangka mengaku membeli barang haram itu dari seseorang yang bernama Tri (DPO).

Tersangka biasa mendapatkan barang haram itu dengan cara diranjau. Seperti pengambilannya terakhir sebelum ditangkap. Tersangka mengambil 1 gram ss dengan cara ranjau di sekitar belakang RSUD Sidoarjo. Setelah mendapatkan barang haram itu, tersangka biasa mengecernya kedalam 8 poket kecil dan menjualnya kembali. “Dari delapan poket sudah laku terjual tujuh poket,” sambung Sugeng.

Selain itu, tersangka juga sempat mengambil narkotika golongan satu itu di jalan sekitar Perumahan Kahuripan Nirwana. Caranya juga sama, biasanya barang haram itu diranjau ke dalam bungkus rokok atau bungkus kopi.

Kini tersangka telah mendekam di ruang tahanan Mapolresta Sidoarjo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selain itu, polisi juga tengah memburu para bandar yang memasok barang haram tersebut. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia