Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Raih 4 Kursi, PSI Bisa Bikin Fraksi Sendiri

10 Mei 2019, 16: 41: 17 WIB | editor : Wijayanto

Sekretaris DPD PSI Surabaya William Wirakusuma

Sekretaris DPD PSI Surabaya William Wirakusuma (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Pendatang baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuat kejutan dalam pemilu legislatif (pileg) 2019 di Surabaya. Partai pimpinan mantan wartawan televisi Grace Natalie ini berhasil meraih empat kursi di DPRD Surabaya. PSI pun berhak membentuk fraksi sendiri.

Sekretaris DPD PSI Surabaya William Wirakusuma mengatakan, keberhasilan partainya berkat kerja sama para caleg DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Surabaya. "Semua turun ke bawah, blusukan. Kami kunjungi rumah warga satu per satu. Kami juga cari orang-orang yang biasanya golput," kata William kepada Radar Surabaya, Kamis (9/5).

Merujuk hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 di KPU Surabaya, PSI mendapat 90.758 suara. Adapun caleg yang dipastikan lolos adalah Alfian Limardi, William Wirakusuma, Tjutjuk Supariono, dan Josiah Michael.

Menurut William, PSI tidak ada strategi khusus untuk memenangkan pileg di Surabaya. "Cuma ada pembekalan caleg dari DPP," katanya. Semua caleg ditekankan agar tidak melakukan politik uang sekaligus menyampaikan pendidikan politik ke masyarakat. Para caleg juga mengajak kaum muda lebih sadar dan melek politik.

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo mengatakan, PSI banyak menarik minat pemilih pemula yang cenderung lebih suka sesuatu yang baru. “Jadi, partai yang lama akan tergerus dan ditinggalkan oleh pemilih pemula. Selain itu, bisa sebagai alternatif yang mewakili suara anak muda,” katanya.

Selain itu, Suko menambahkan, keberhasilan PSI meraih suara lumayan besar di Surabaya karena adanya media sosial (medsos). Sebab, partai yang anggotanya mayoritas muda-mudi ini sangat lihai melakukan kampenye di medsos. PSI juga mewajibkan anggotanya untuk membuat laporan yang bisa dipantau lewat medsos.

“Media seperti Instagram, Youtube, Facebook, dan sebagainya itu sangat anak muda banget. Tidak lagi menggunakan televisi, koran, dan radio. Itu menjadi kelebihan PSI,” urainya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia