Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Sambut Ramadan dan Lebaran, Permintaan BBM Diprediksi Naik 9 Persen

10 Mei 2019, 08: 41: 26 WIB | editor : Wijayanto

BERSUBSIDI: Seorang petugas sedang menyiapkan LPG 3 kilogram di Depo Pertamina Perak untuk dikirim ke agen.

BERSUBSIDI: Seorang petugas sedang menyiapkan LPG 3 kilogram di Depo Pertamina Perak untuk dikirim ke agen. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Menyambut bulan Ramadan dan Idulfitri 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mempersiapkan strategi khusus demi penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan energi ke masyarakat, termasuk kebutuhan LPG di Jawa Timur (Jatim).

Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji menuturkan, pada kondisi normal, rata-rata konsumsi LPG di Jatim mencapai 97.000 Metric Ton (MT) per bulan untuk LPG 3 kilogram. Sedangkan untuk LPG non-subsidi sebesar 6.350 MT per bulan.

Pihaknya memprediksi konsumsi LPG akan mengalami kenaikan hingga 7 – 9 persen pada Mei dan Juni nanti. "Perkiraan tersebut dengan estimasi angka mencapai 105.300 MT untuk LPG subsidi dan 6.800 MT untuk LPG non-subsidi," terangnya.

Guna mendukung kelancaran penyaluran selama momen tersebut, pihaknya telah membentuk tim Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) khusus LPG yang akan bertugas sejak H-30 hingga H+15 Idulfitri. "Tim Satgas ini akan berperan khusus dalam memantau dan mengkordinasikan penyaluran LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi hingga pemantauan kondisi di lapangan, sehingga ketersediaan LPG di masyarakat dapat terus terpenuhi," ujarnya.

Rustam menuturkan, pihaknya akan mengoptimalkan stok di enam depot dan kilang LPG yang ada di Jatim, yang memiliki kapasitas total 119.000 MT. Termasuk yang terbesar di Floating-Storage-Offloading (FSO) Kalbut, Situbondo, yang berkapasitas 2x44.000 MT.

Pertamina juga menjaga kehandalan sarana fasilitas di SP(P)BE dan sarana mobil tangki LPG (skid tank). "Kami juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur LPG untuk mengaktifkan agen dan pangkalan siaga yang tetap akan buka dan melayani kebutuhan LPG di hari libur," katanya.

Di Jatim sendiri, jumlah agen siaga mencapai 352 untuk LPG 3 kilogram dan 64 agen untuk LPG non-subsidi. Sedangkan pangkalan siaga LPG 3 kilogram mencapai 3.800, termasuk SPBU yang menyediakan LPG 3 kilogram.

Adapun terkait kestabilan harga, Pertamina telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, dan TPID di Jatim. Dan untuk kelancaran proses distribusi, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia