Selasa, 18 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Stok Daging Sapi dan Ayam Aman untuk Ramadan dan Lebaran

10 Mei 2019, 00: 28: 34 WIB | editor : Wijayanto

STOK AMAN: Pedagang daging sapi di lapak miliknya yang ada di Pasar Wonokromo, Surabaya.

STOK AMAN: Pedagang daging sapi di lapak miliknya yang ada di Pasar Wonokromo, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Dinas Peternakan Jawa Timur (Disnak Jatim) memastikan ketersediaan bahan pangan seperti daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras aman selama bulan puasa hingga Lebaran mendatang. Bahkan stok ini berlebih, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan provinsi lainnya.

“Kemungkinan kenaikan harga masih ada, namun bisa dibilang terjangkau. Selain itu ketersediaan komoditi ini masih cukup maka diharapkan tidak menimbulkan gejolak harga yang mencolok,” ujar Kepala Disnak Jatim Wemmy Niamawati.

Wemmy mengatakan, untuk ketersediaan daging sapi selama Mei – Juni sebanyak 15.580 ton, sedangkan untuk kebutuhan 14.872 ton. Sementara untuk daging ayam masih ada sekitar 79.855 ton dengan kebutuhan 69.822. “Ini artinya kita masih mempunyai stok berlebih,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi melonjaknya harga bahan pokok akibat peningkatan kebutuhan yang cukup tinggi, pihaknya sudah berperan aktif dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut dengan menjaga keseimbangan supply demand (pasokan dan permintaan). Wemmy menuturkan, pada saat puasa dan Lebaran biasanya akan ada kenaikan harga sebesar 10 hingga 20 persen.

“Harga daging sapi jika pada hari biasa Rp 109.000 per kilogram, saat puasa biasa mencapai sekitar Rp 110.000 per kilogram. Nanti pada H-3 hingga H+3 lebaran diprediksi naik sekitar Rp 108.800 – 130.500 per kilogramnya,” ungkapnya.

Wemmy menambahkan, untuk menghambat kenaikan harga serta terjadinya fluktuasi, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota di Jatim, pelaku usaha, asosiasi, satgas pangan untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan transportasi. Selain itu juga mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam provinsi sebelum mengirim ke wilayah lain.

“Kami juga melakukan pemantauan ke produsen atau peternak, asosiasi, rumah potong hewan (RPH) dan pasar untuk melihat langsung kesiapan pasokan dan harga yang berkembang. Kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membiasakan mengkonsumsi daging unggas beku melalui media massa dan kampanye mengkonsumsi produk olahan, agar tidak tergantung pada ketersediaan daging segar,” paparnya.

Selain itu, lanjut Wemmy pihaknya akan bekerja sama dengan pelaku usaha, Bulog serta lainnya untuk menggelar pasar murah. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (mus/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia