Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Underpass Satelit akan Dipercantik dengan Taman

10 Mei 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TAMBAH ESTETIKA: Sisi kiri dan kanan underpass Satelit akan dipercantik dengan taman dan tanaman berbunga. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan

TAMBAH ESTETIKA: Sisi kiri dan kanan underpass Satelit akan dipercantik dengan taman dan tanaman berbunga. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan ditarget selesai akhir bulan ini. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

MAYJEN SUNGKONO – Bundaran Jalan Mayjen Sungkono yang sebelumnya dipenuhi pepohonan rimbun, kini telah digunakan seluruhnya untuk pembangunan proyek underpass Satelit. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya pun ingin jika lahan yang dulunya disebut hutan kota ini bisa digantikan dengan taman sebagai penghasil oksigen. 

Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau DKRTH Rochim Yuliad mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pembuatan taman masif yang akan dibangun mengapit kanan dan kiri underpass.

“Ini masih persiapan lahan. Kami ingin membuat taman untuk mempercantik underpass. Kalau jalan saja kan kurang menarik. Ini sudah kami cicil di bagian atas underpass kami beri pot-pot warna-warni," kata Rochim, Kamis (9/5).

Rochim menjelaskan, taman ini merupakan ganti dari hutan kota yang harus dipangkas karena adanya underpass. “Dulunya ini hutan kota, gelap, banyak pohonnya. Ada underpass dipangkas semua,” imbuhnya.

Rencananya, penambahan taman ini tidak akan ditumbuhi rumput-rumput saja layaknya tol. DKRTH ingin taman dihiasi bunga-bunga, pohon, rumput jepang dan semak berbunga. Pohon yang dipilih di antaranya ada jacaranda dan tabebuya. Kedua pohon tersebut diambil sebelum hutan kota dibabat, dan saat ini sedang dikarantina di Kebun Bibit. “Kalau tanaman berbunga ini kan disuka Bu Wali (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Red),” lanjutnya. 

Ia sendiri punya gambaran taman dibuat miring seperti terasering, karena kedua sisi underpass cukup tinggi. Rochim menambahkan, sebenarnya taman ditargetkan selesai 14 Mei 2019. Namun, karena hingga kini baru masuk tahap persiapan lahan, target berubah menjasi 31 Mei 2019, tepat saat Hari Jadi Kota Surabaya.

“Kalau sudah jadi nanti taman baru bisa dinikmati enam bulan kemudian, karena awal-awal tumbuhan stres dulu,” ujarnya.

Sementara itu untuk detail dan desain, Perencana Taman DKRTH Dodik Ferdianto menyatakan, masih belum dibuat, karena saat ini pihaknya masih dalam tahap pengukuran medan untuk melihat bentuk dan polanya. “Kalau sudah dibantu alat berat nanti pasti bisa lebih cepat, bisa lebih akurat. Bila pola sudah terlihat, proses pembuatan taman hanya butuh waktu kira-kira sepuluh hari,” tutupnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia