Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

12 Tahun Tanpa Rasa Tanpa Cinta, Woles-woles Saja

10 Mei 2019, 01: 50: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Satu kata paling pas untuk menggambarkan hubungan Karin, 38, dan Donwori, 38, adalah "hambar". Meski lama pernikahannya sudah seperti wajib belajar, 12 tahun, namun keduanya tetap tak saling cinta. Hingga bercerai pun, keduanya ya lempeng-lempeng saja.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

"Dari awal menikah memang gak ada rasa. Ya begitu aja," curhat Karin di kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin siang (8/5).

Yang menakjubkan, hubungan tanpa rasa itu tetap bertahan hingga mereka memiliki anak tiga. Meski begitu, Karin mengaku, selama proses"produksi" anak itu, juga puluhan kali melakukan hubungan suami istri, Karin tak memakai perasaan. "Pokoknya hanya menjalankan kewajiban. Juga menyalurkan kebutuhan biologis saja. Gak ada perasaannya," tambahnya.

Kehambaran hubungan suami istri ini bukan karena masalah dijodohkan. Yang biasanya jadi penyebab ketidakcocokan pasangan. Sebenarnya Karin dan Donwori ini juga kenal-kenal sendiri. Menikah ya atas kemauan mereka berdua. Hanya saja, Karin mengaku sejak awal, perasaannya kepada Donwori kurang greget. Begitu pun (mungkin) perasaan Donwori kepadanya.

Hal itu bermula dari kesan pertama yag diberikan oleh Donwori. Di mata Karin, semua tentang suaminya serba biasa. Wajah biasa, sikap biasa, karir biasa. Semuanya standar saja. Tak ada yang "wah". " Biasanya kalau dengan orang yang kita suka, sehabis kencan pasti seneng. Deg-degan. Kangeeeeen. Kalau sama dia dulu, ya standar saja. Gak ada perasaan itu," jelas karyawan swasta ini.

Namun saat itu, karena usianya sudah hampir melewati batas aman, Karin mau saja dinikahi. Donwori pun agaknya sama. Menikahi Karin karena saking tak ada yang lain saja. Bahkan dalam urusan sehari-hari, Donwori ya begitu-begitu saja. Karin sendiri mengakui bahwa Donwori adalah suami yang bertanggung jawab. Segalanya diberikan. Sayang tidak untuk hatinya. "Sebelum akhirnya menikah sama aku, dia ngejar-ngejar perempuan. Sayang gak ditanggapi," lanjut Karin.

Hubungan pernikahan 12 tahun itu akhirnya berakhir saat Donwori mengusulkan untuk bercerai saja. Usulan itu dia sampaikan setelah Karin memergoki Donwori mengencani perempuan lain. Karena merasa tak ada yang perlu diperjuangkan lagi, akhirya pasangan seumuran ini bercerai saja.

"Aku ngerti, aku bukan tipenya. Dari gebetannya dulu, artis idolanya, sampai selingkuhannya sekarang, fisiknya mungil-mungil. Kayae seleranya dia memang cewek manis dan mungil. Lah, aku, Sampeyan ngerti dewe ngene iki," tukas perempuan bongsor tapi cantik ini. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia