Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Jaga Stamina, Utamakan Makanan Padat Gizi selama Puasa

09 Mei 2019, 17: 23: 26 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Share this      

SURABAYA - Pola makan tentu berubah saat puasa. Saat berpuasa, kapasitas tubuh menerima makanan berkurang hingga 20 persen. Untuk itulah, sebaiknya, waktu berbuka hingga sahur dimaksimalkan secara baik untuk memenuhi kebutuhan asupan tubuh, sehingga tubuh tetap fit saat beraktivitas siang hari selama berpuasa.

Pakar gizi dari Universitas Airlangga (Unair) Annis Catur Adi menjelaskan, saat berbuka puasa, tubuh dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan padat gizi. Konsumsi karbohidrat, protein, mineral dan vitamin tidak boleh terlewat selama berbuka. “Jumlah ini harus imbang ya, agar mampu mengganti energi kita yang habis selama siang hari,” jelasnya.

Karbohidrat dapat mengganti energi yang telah terpakai seharian. Pun dengan protein. Untuk itulah, selama berbuka, takaran karbohidrat dan protein ini harus dikonsumsi dalam jumlah yang imbang. “Karbohidrat tebaik tentunya dari beras merah, namun bisa juga dengan yang lain misalnya dengan roti, nasi, gandum dan lain sebagainya. Protein nabati dan hewani juga bisa dikonsumsi, dengan jumlah yang seimbang,” jelasnya.

Sementara vitamin dan mineral berfungsi untuk menutrisi tubuh. Vitamin dan mineral ini didapat dari buah-buahan juga sayuran. Saat puasa, buah yang mengandung banyak kandungan air sangat disarankan, sehingga mampu membantu mengisi kembali cairan tubuh yang berkurang selama puasa. Buah-buahan tersebut di antaranya adalah jeruk, semangka, melon, belimbing, stroberi atau mentimun.

Yang tak kalah penting adalah buah dan sayur yang mengandung serat. Karena saat puasa, banyak orang kerap mengalami masalah konstipasi atau buang air besar yang terganggu. Konsumsi serat mampu membantu menghindarkan masalah pencernaan ini.

Sementara untuk sahur, dianjurkan untuk konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi. Karena mampu menahan lapar lebih lama. Selain itu, makanan tinggi serat juga dianjurkan sehingga proses pencernaan berjalan lancar. Dua kandugan ini mempermudah kinerja insulin menjadi bertahap, sehingga tidak mudah lapar ketika siang. Sebaliknya, hindari makanan manis-manis karena mempercepat keluarnya insulin yang memicu datangnya rasa lapar yang lebih cepat.

Kopi juga sebaiknya dihindari ketika sahur. Kandungan kafein dalam kopi menyebabkan tubuh mengalami masalah uretik atau kencing secara berlebihan. Yang akibatnya menguras cairan dalam tubuh yang menyebebkan tubuh mengalami dehidrasi yang dampaknya lemas dan mudah haus di siang hari. (is/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia