Selasa, 16 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

Menyayangi Satwa Seperti Mencintai Manusia

09 Mei 2019, 16: 36: 34 WIB | editor : Wijayanto

JINAK: Hengki Kurniawan saat mencoba mendekati 3 Menjangan usai memberinya makan.

JINAK: Hengki Kurniawan saat mencoba mendekati 3 Menjangan usai memberinya makan. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Hengki Dwikurniawan,  37, mejadi salah satu orang yang dipercaya untuk merawat belasan jenis satwa yang dipelihara di halaman belakang Pendopo Delta Nugraha. Hal itu tidak lepas dari kecintaannya kepada hewan, yang telah tumbuh sejak dia kecil.

Lukman Al Farisi/Wartawan Radar Sidoarjo

Siapa sangka, di Pendopo Delta Nugraha bagian belakang, terdapat berbagai jenis satwa yang dipelihara. Mulai Ayam, Kambing hingga Menjangan. Kehadiran satwa-satwa itu, tak lepas dari dari sosok Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, yang juga sangat menyukai satwa.

Namun dibalik itu semua, terdapat satu sosok yang senantiasa merawat satwa-satwa itu dengan penuh kasih sayang. Dia adalah Hengki Dwikurniawan. Warga asal Kelurahan Magersari itu sudah tiga tahun bekerja sebagai perawat satwa-satwa di belakang pendopo bupati. “Saya memang sangat suka hewan, jadi saya kerja juga senang,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Setiap hari, pria yang disapa Hengki itu rutin memberi makan satwa-satwa itu. Di antaranya satu Kancil dan 5 ekor Menjangan. Kedua jenis satwa itu rutin Hengki beri makan setiap pagi dan sore hari. Kedua satwa itu sudah seperti peliharaannya sendiri. “Kadang aku suka lihatin saat dia makan, senang melihatnya,” ungkapnya.

Pria yang mulai bekerja sejak tahun 2016 itu mengatakan, selama tiga tahun dia bekerja, sudah 3 anak menjangan berehasil dilahirkan. Dari situlah Hengki mengaku, bahwa mencintai satwa tak ubahnya seperti menyayangi manusia.

Sebab, kata Hengki, perilakunya pun kadang mirip manusia. Kedua hewan itu seolah-olah memanggilnya, saat mulai merasa lapar. “Jadi kalau lapar begitu kadang seperti memanggil,” ujarnya.

Tak hanya itu, bagi Hengki, kedua jenis satwa itu sudah menyatu dengan dirinya. Apapun yang dirasakan kedua jenis satwa itu, Hengki selalu memahaminya. Termasuk saat satwa-satwa itu ada yang sakit. “Jadi saya langsung telfon dokter hewan, biar di cek kesehatannya,” kata Hengki. (bersambung/nug)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia