Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

PDIP ‘Kuasai’ DPRD Surabaya, Baktiono Raih Suara Terbanyak

09 Mei 2019, 14: 42: 10 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rekapitulasi perolehan suara hasil Pemilu 2019 sudah dituntaskan KPU Kota Surabaya. Perolehan suara partai-partai peserta pemilu pun sudah diketahui. Begitu juga 50 caleg yang bakal duduk di DPRD Surabaya periode 2019-2024.

Sesuai prediksi, PDI Perjuangan menjadi jawara pileg di Surabaya dengan mendudukkan 15 calegnya di parlemen. Raihan ini sama dengan pemilu lima tahun lalu. (Daftar 50 caleg yang lolos ke DPRD Surabaya lihat grafis).

Baktiono, caleg petahana dari PDIP dari dapil 2, meraih suara terbanyak. Politisi asal Tambak Segaran Wetan ini memperoleh  22.164 suara pada pileg 17 April lalu.

Ini berarti Baktiono bakal menjadi anggota DPRD Surabaya selama lima periode berturut-turut. Mulai periode 1999-2004, kemudian 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019. “Terima kasih kepada warga Surabaya yang telah memberikan kepercayaan kembali kepada saya,” kata Baktiono, Rabu (8/5).

Selain Baktiono, caleg peraih suara terbanyak dari PDIP adalah Syaifudin Zuhri 18.956 suara (dapil 5), Adi Sutarwijono 17.431 suara (dapil 3), Budi Leksono 16.731 suara (dapil 1), Sukadar 13.457 suara (dapil 4), Tri Didik Adiono dan 11.824 suara (dapil 1).

Sedangkan perolehan suara caleg terbesar lainnya di luar PDIP adalah caleg Demokrat M. Machmud 19.327 (dapil 5), caleg PKB Lailah Mufidah 11.052 (dapil 3), caleg PPP Buchori Imron 10.294 suara (dapil 2), dan caleg PKB Camelia Habibah 10.030 suara (dapil 2).

Apakah Baktiono bakal diplot menjadi ketua dewan mengingat perolehan suaranya yang paling banyak? Belum tentu. Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana menegaskan, posisi ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024 tidak harus peraih suara terbanyak dalam Pemilu 2019.

"Sejauh ini tidak pernah suara terbanyak. Semua itu tergantung keputusan partai, rapat partai, dan mekanisme partai," kata Whisnu yang juga wakil wali kota Surabaya.

Meski demikian, Whisnu menambahkan, jabatan ketua DPRD Surabaya juga bukan dilihat dari posisi tertinggi di struktur partai. "Itu semua bagian dari mekanisme partai," kilahnya.

Informasi yang beradar, ada dua caleg dari PDIP yang dijagokan bakal menduduki posisi ketua DPRD Surabaya. Yakni Syaifudin Zuhri (sekretaris DPC) dan Adi Sutarwijono (kabid pemenangan pemilu). Keduanya merupakan caleg petahana. Nama Baktiono juga disebut-sebut karena punya pengalaman panjang selama lima periode di dewan.

Baktiono sendiri mengaku tidak punya ambisi menjadi ketua dewan. “Saya ditugaskan di mana pun siap," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni bersyukur partainya berhasil menempatkan lima caleg ke DPRD Surabaya. “Artinya, ada penambahan satu kursi. Sebelumnya kami hanya punya empat kursi," katanya.

Adapun lima caleg Golkar yang dipastikan lolos adalah Pertiwi Ayu Krisna (dapil 1), Lembah Setyowati Bakhtiar (dapil 2), Arif Fathoni (dapil 3), Aan Ainur Rofik (dapil 4), dan Akmarawita (dapil 5). Dua di antaranya merupakan caleg patahana. Yakni Pertiwi Ayu Krisna dan Lembah Setyowati Bakhtiar.

Disinggung harapannya setelah dilantik, Arif mengatakan, Fraksi Golkar berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Kami juga berharap bisa meraih posisi di unsur pimpinan," katanya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia