Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Diumumkan Hari Ini, Nilai UNBK di Jatim Meningkat

09 Mei 2019, 14: 38: 36 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA sederajat diumumkan hari ini (9/5). Tahun ini nilai UNBK di Jawa Timur meningkat. Kalau tahun lalu nilai minimal 55 masih sebesar 80 persen, kini menurun menjadi 15 persen.

Kabid Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono mengungkapkan capaian itu dalam Rapat Koordinasi Penyerahan Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) jenjang SMA sederajat tahun 2018/2019 di kantor Dispendik Jatim, Jalan Gentengkali, Surabaya.

Hudiyono mengapresiasi upaya sekolah yang mampu meningkatkan prestasi siswa sehingga peraih NUN di bawah 55 berkurang. Meskipun presentase nilai siswa di bawah 55 masih tinggi, jumlahnya mulai berkurang.

Di tingkat SMK misalnya, tahun 2018 dari 220.958 peserta UN, 78,88 persennya meraih nilai dibawah 55. Sementara tahun ini dari 229.450 peserta UN, terdapat 75,42 persen peserta mendapat nilai di bawah 55.

Sementara untuk SMA, di tahun 2018 dari 172.105 peserta terdapat 85,3 persen siswa mendapat nilai di bawah 55. Sedangkan tahun ini dari 175.793 terdapat 52,29 persen siswa mendapat nilai di bawah 55.

“Nilai di bawah 55 sudah berkurang. Ini lompatan yang luar biasa. Nanti ada pemetaan sekolah yang jadi best practice. Kalau tahun lalu yang menentukan tidak lulus mungkin masih jadi masalah, tetapi sekarang yang menentukan sepenuhnya sekolah,”paparnya.

Dia berharap angka-angka yang diperoleh ini bisa dibedah dan fokus peningkatan kemampuan siswa dalam pelajaran yang nilainya rendah. Jadi, perencanaan siswa, murid dan fasilitasnya. “Seperti Bahasa Indonesia yang nilainya jatuh pada materi atau soal terkait karangan,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim  Heru Tjahjono mengungkapkan pelaksanaan UNBK di Jatim telah berjalan dengan baik. Meskipun masih ada sekolah yang menumpang sarana prasarana dalam pelaksanaannya.

“NUN memang tidak menentukan kelulusan tapi menentukan kualitas sekolah, menentukan kualitas guru juga seperti apa dalam mendidik hingga hasil NUN siswa seperti sekarang,” katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia