Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

Global Zakat-ACT Kirim 79 Dai untuk Berdayakan Umat di Pelosok Negeri

09 Mei 2019, 14: 17: 11 WIB | editor : Wijayanto

DILEPAS: 79 Dai mahasiswa Mahad Aly Al Nuaimy yang akan dikirim ke berbagai pelosok negeri dalam program Dai Nusantara dari Global Zakat-ACT.

DILEPAS: 79 Dai mahasiswa Mahad Aly Al Nuaimy yang akan dikirim ke berbagai pelosok negeri dalam program Dai Nusantara dari Global Zakat-ACT. (ISTIMEWA/ACT)

Share this      

JAKARTA – Bulan Ramadan juga menjadi momentum bagi Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk mendukung program dakwah di tanah air. Terbaru, Global Zakat-ACT menggandeng Mahad Aly (perguruan tinggi) Al Nuaimy untuk mengirim para mahasiswanya sebagai dai di pelosok-pelosok negeri.

Vice Presiden ACT Ibnu Hajar

Vice Presiden ACT Ibnu Hajar (ISTIMEWA/ACT)

Program yang diberi nama Dai Nusantara ini memberangkatkan 79 orang mahasiswa Mahad Aly Al Nuaimy untuk berdakwah ke wilayah-wilayah pelosok di 24 provinsi di Indonesia.

Program yang diinisiasi oleh Global Zakat-ACT ini bertujuan untuk membangun masyarakat melalui dakwah di pelosok negeri. Para mahasiswa itu tidak hanya dituntut untuk mengajarkan hal yang sifatnya agama selama satu tahun. Mereka juga harus meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

“Ambil contoh dari program sebelumnya, ada Dai kami yang ada di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Desa Brang Kolong. Dai kami di sana membangun pesantren, juga sekalian memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat di sana,” jelas Ustad Itang Rusmana, Direktur Mahad Aly Al Nuaimy, Sabtu (4/5).

Karena itu sebelum keberangkatan, para mahasiswa ini dibekali beberapa materi khusus untuk menjalankan program Dai Nusantara Global Zakat–ACT. Sebelum keberangkatan, mereka akan dibekali dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal, social mapping, memahami potensi konflik di tengah masyarakat, termasuk mencatat tokoh-tokoh penting di masyarakat itu dan kemampuan mengidentifikasi masalah yang penting di masyarakat.

Ibnu Hajar selaku Vice President ACT menyambut baik program ini. Ia menjelaskan bahwa program Dai Nusantara merupakan jawaban dari beragam permasalahan yang ada di tepian-tepian negeri. Oleh karenanya, program ini juga akan difokuskan pada usaha pengembangan masyarakat selain pendidikan agama.

“Kita ingin para Dai ini bukan hanya mengajarkan tentang Islam, tetapi juga bersahabat dengan masyarakat, memahami permasalahannya, menemukan dan mengelola potensi-potensi hebatnya, dan mendampingi masyarakat menyiapkan program-program terbaik untuk menuju masyarakat mandiri,” kata Ibnu.

Simbolisme pelepasan program ini dilakukan oleh Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Hidayat juga menyambut positif program ini.

“Begitulah seharusnya memang umat Islam Indonesia, menghadirkan kerja sama yang sangat baik. Masing-masing menyiapkan sumberdaya manusia yang terbaik dan kondisi yang terbaik, untuk menghadirkan kerja sama yang terbaik. Karenanya saya sangat menyambut baik kerja sama antara Mahad Aly An Nuaimy dan Global Zakat-ACT ini,” katanya. (act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia