Senin, 14 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Ramadan, Pasar Modal Diproyeksi Tumbuh

09 Mei 2019, 13: 46: 47 WIB | editor : Wijayanto

DIMINATI: Salah Satu investor milenial sedang memantau perkembangan saham.

DIMINATI: Salah Satu investor milenial sedang memantau perkembangan saham. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Aktivitas investasi di pasar modal bakal berkembang memasuki ramadan. Pertumbuhan itu bakal didominasi oleh kinerja emiten ritel makanan dan pakaian.

Analis pasar modal Reliance, Mahmudi mengatakan, secara historis bulan ramadan dan lebaran, konsumsi masyarakat pada sektor makanan meningkat. Kemudian sektor pakaian juga mengalami pertumbuhan positif.

“Kecendrungan investor di Gresik merupakan pemula. Sehingga mudah sekali terpengaruh informasi yang sedang berkembang. Sehingga apabila yang menyebut konsumsi naik, secara otomatis mereka akan berbondong-bondong berinvestasi pada emiten ini,” kata Mahmudi.

Dijelaskan, meningkatnya konsumsi masyarakat pada momen tersebut juga akan menggerakkan perekonomian. Apalagi, belanja infrastruktur pemerintah juga segera dieksekusi pada kuartal ketiga dan keempat.

“Kemarin kondisi pasar modal sedang lesu akibat pemilu. Mayoritas investor masih menahan dananya. Kami proyeksikan puasa ini merupakan momen untuk reborn,” imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan Investor Konsultan Pintraco Sekuritas, Ahmad Fauzi. Dia menyebut emiten di sektor makanan akan mengeluarkan beberapa inovasi dalam menarik minat masyarakat terhadap produk-produk yang diluncurkan.

“Dengan begitu penjualan emiten ritel itu memiliki proyeksi pendapatan yang bagus. Khusus untuk Gallery BEI UMG, saat puasa kami prediksi terjadi transaksi rata-rata hingga Rp 150 juta dalam sehari,” kata Fauzi saat di temui di Galery BEI UMG.

Untuk itu, dia merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan investor. Diantaranya saham Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan saham industri asal Gresik Garuda Food (Good).

“Bulan puasa akan menjadi momentum bagi emiten sektor ritel untuk menggenjot kinerja lebih baik untuk ke depannya. Penopang emiten ritel adalah konsumsi masyarakat,” tandasnya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia