Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik
Pasca Pelaksanaan Pemilu di Gresik

Pemkab, Forkopimda dan Masyarakat Ciptakan Suasana Kondusif

09 Mei 2019, 13: 45: 05 WIB | editor : Wijayanto

KONDUSIF: Bupati Sambari, Wabup M. Qosim, Kajari Pandoe Parmoekartika, AKBP Wahyu S Bintoro Kapolres Gresik dan komisioner KPU.

KONDUSIF: Bupati Sambari, Wabup M. Qosim, Kajari Pandoe Parmoekartika, AKBP Wahyu S Bintoro Kapolres Gresik dan komisioner KPU. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

Pelaksanaan pemilu 2019 di Kabupaten Gresik berjalan aman, damai, transparan dan demokratis. Keberhasilan pesta demokrasi di Kabupaten Gresik tidak lepas dari dukungan masyarakat serta kekompakan pejabat Forkopimda.

YUDHI DWI ANGGORO-Wartawan Radar Gresik

KABUPATEN Gresik selama ini memang dikenal sebagai wilayah yang kondusif dan relatif aman dari gejolak. Ini tidak lepas dari sikap masyarakat yang partisipatif dan pragmatis melihat semua persoalan dengan logis. Kondisi itu didukung oleh penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu yang melaksanakan tugasnya dengan profesional. Ditambah lagi dukungan dari pemerintah hingga aparat kemananan TNI dan Polri.

Ketua KPU Gresik Ahmad Roni mengapresiasi kinerja TNI - Polri dalam memantau pemilu sangat ketat. Ini dibuktikan selama perjalanan pemilu tidak ada kericuhan maupun konflik horizontal. Semua berjalan aman. “Dibanding dengan daerah lain, Kabupaten Gresik selama pemilu sangat aman dan kondusif. Dari mulai menjelang hingga pasca pemilu,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi. Menurutunya pengamanan yang dilakukan oleh TNI-Polri perlu diapresiasi. Mengingat selama proses pemilu tidak ada konflik serius di tingkat lapisan pendukung pemilu dan seluruh masyarakat.

Sebulan lebih Polres Gresik telah mengamankan proses demokrasi. Mulai dari pendistribusian kotak suara hingga penghitungan hasil akhir. Bahkan hingga kini, kantor yang dianggap vital masih dijaga ketat oleh kepolisian.

“Kerja Pak Kapolres Wahyu perlu diapresiasi, kami sebagai penyelenggara pemilu merasa sangat aman ketika menjalankan tugas kepemiluan. Itu semua berkat kerja Kapolres,” ungkapnya.

Pujian juga datang dari Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim. Politisi Partai Golkar itu menyebut, pengamanan selama proses pemilu cenderung sangat aman. Meski ada beberapa kejadin seperti pemungutan suara ulang (PSU) dan perhitungan surat suara, namun itu masih dalam pantauan kondusif.

Pemilu yang aman itu kata Nur Hamim tidak lepas dari kenerja TNI-Polri. Apalagi dua institusi itu sebelum pemilu sudah melakukan konsolidasi dengan beberapa elemen yang terlibat dalam pemilu 2019.

“Kami secara kelembagaan DPRD merasa satang berterimkasih atas kinerja pengamanan yang dilakukan oleh TNI-Polri yang bekerja ekstra keras menjaga pemilu tetap kondusif,” katanya.

Terpisah, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menambahkan, saat ini telah dilakukan rapat kordinasi pasca pemilu. Kegiatan yang berlangsung di kantor Bupati Gresik tersebut dihadiri perwakilan partai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Forkompimda. “Kegiatan ini untuk menciptakan situasi aman dana dan kondusif pasca pemilu,” ujarnya.

Mantan Kapolres Bojonegoro menambahkan, koordinasi dengan seluruh pihak terus dilakukan. Dan meminta kepada Bawaslu untuk membuat himbauan agar pendukung paslon 01 dan 02 untuk menahan diri. “Tidak membuat kegiatan pemasangan baliho atau yang lain. Kami berharap semuanya menahan diri. Tetap menjaga hubungan baik,” pungkasnya.(*/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia