Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Abaikan BPJS, Pemkab Tanggung Biaya Pasien di RS Ibnu Sina

09 Mei 2019, 08: 51: 37 WIB | editor : Wijayanto

TETAP LAYANI: Bupati Sambari Halim Radianto saat mengunjungi pasien di RSUD Ibnu Sina dan meminta tetap melayani meski BPJS memutus kontrak kerjasama.

TETAP LAYANI: Bupati Sambari Halim Radianto saat mengunjungi pasien di RSUD Ibnu Sina dan meminta tetap melayani meski BPJS memutus kontrak kerjasama. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK – Langkah Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina (RSIS) membuka layanan kepada pasien BPJS mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Wakil Bupati (Wabup) Moh Qosim menyatakan, upaya ini sesuai dengan kebijakan Pemkab Gresik yang meminta RSIS tetap melayani pengobatan pasien peserta BPJS. 

Terkait bagaimana cara menutupi anggaran kalau BPJS menolak pengajuan klaim, nanti akan dipikirkan lagi. "Yang jelas saya dan pak bupati sudah sepakat meminta agar tidak ada pasien BPJS terlantar karena ditolak berobat," ujar Wabup Qosim.

Menurut dia, untuk anggarannya nanti menjadi tanggung jawab dari RSIS. Sebab, mereka sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). "Tapi kami minta agar tetap berkomunikasi dengan BPJS. Sebab sesuai arahan bu Menkes sudah jelas rumah sakit tidak boleh menolak pasien BPJS," ungkap dia.

Tetapi lanjut Wabup, kalau memang tetap tidak bisa pihaknya akan meminta Tim Anggaran (Tim-Ang) untuk melakukan rapat koordinasi dengan Badan Anggaran (Banggar). Yang penting saat ini seluruh warga masyarakat tetap bisa terlayani. "Itu saja pada prinsipnya," imbuhnya.

Sebelumnya, RSUD Ibnu Sina resmi membuka pelayanan seperti biasa pada 6 Mei malam. Dan tidak ada pengecualian penyakit. Meskipun rumah sakit milik Pemkab Gresik itu masih dilema, soal klaim biaya berobat yang belum jelas.

Direktur RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati Sp.THT-KL membenarkan pihaknya mendapat intruksi dari Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Sehingga, malam kemarin langsung dibuka pelayanan biasa. Masyarakat bisa berobat lagi.

Namun, Endang mengaku belum tahu, tagihan berobat itu nanti dapat diklaimkan ke BPJS Kesehatan atau tidak. Mengingat, BPJS Kesehatan sudah memutus kerjasama dengan Ibnu Sina sejak 1 Mei lalu.

Kemudian, Ibnu Sina baru jalani akreditasi 13 Mei nanti. Artinya ada waktu sekitar 1 bulan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia