Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Demi Kemanusiaan, RS Ibnu Sina Tetap Layani Pasien BPJS

Namun BPJS Gak Jamin Cairkan Klaim

08 Mei 2019, 01: 16: 53 WIB | editor : Wijayanto

MEDIASI: Komisi IV DPRD Gresik melakukan mediasi polemik pemutusan kerja sama yang dilakukan BPJS Kesehatan kepada RSUD Ibnu Sina.

MEDIASI: Komisi IV DPRD Gresik melakukan mediasi polemik pemutusan kerja sama yang dilakukan BPJS Kesehatan kepada RSUD Ibnu Sina. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina (RSIS) tetap membuka layanan untuk pasien BPJS kesehatan seperti biasanya.  Sementara BPJS Kesehatan Gresik bersikukuh memutus kontrak. Mereka bahkan tidak menjamin klaim dari RSIS cair karena tetap melayani pasien peserta BPJS.

Kendati hingga sekarang BPJS sendiri masih belum berani memastikan apakah akan menerima klaim atau tidak, namun demi alasan kemanusiaan, manajemen RSIS tetap membuka pelayanan bagi pasien BPJS. Pelayanan dibuka kembali per 6 Mei lalu.

Direktur RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati Sp.THT-KL membenarkan pihaknya mendapat intruksi dari Bupati Gresik. Sehingga, malam kemarin langsung dibuka pelayanan biasa.

“Iya, kami sudah melakukan pelayanan secara normal,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan usai mengikuti hearing bersama Komisi IV DPRD Gresik.

Namun, pihaknya belum tahu, tagihan berobat itu nanti dapat diklaimkan ke BPJS Kesehatan atau tidak. Sebab, BPJS Kesehatan sudah memutus kerjasama dengan Ibnu Sina sejak 1 Mei lalu. Kemudian, Ibnu Sina baru jalani akreditasi 13 Mei nanti. 

Menurut dia, pemutusan kontrak kerja sama yang dilakukan BPJS terbilang sangat mendadak. BPJS Kesehatan hanya menyampaikan pemutusan kerja sama melalui telepon genggam, sehari sebelumnya.

Padahal, sudah banyak pasien yang terjadwal akan berobat. “Misalnya Mei itu ada pasien operasi yang sudah dijadwalkan. Kalau pemberitahuannya mendadak ini lalu bagaimana,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala BPJS Kesehatan Gresik dr Greisthy E.L Borotoding mengatakan pihaknya sudah berkali-kali menyurati Kemenkes untuk meminta kepastian status kerja sama rumah sakit yang akreditasinya habis masa waktunya. “Tetapi, hingga kini tidak ada jawaban,” tegasnya.

Namun, lanjut dia, pihaknya mempersilahkan RSIS untuk melayani pasien JKN seperti biasanya. “Tetapi, kami tidak bisa menjamin apakah bisa diklaim atau tidak. Ini akan kami upayakan dengan Kemenkes,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda meminta kepada RSIS untuk tetap melayani pasien BPJS. Nanti pihaknya akan menyampaikan persoalan di dalam Badan Anggaran (Banggar). 

“Ya saat rapat badan anggaran nanti akan menelaah anggaran di (RS) Ibnu Sina berapa biaya terhadap pelayanan BPJS selama diputus,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan hal ini kepada pimpinan. Apakah nanti perlu untuk melakukan konsultasi ke Jakarta atau seperti apa.

“Yang pasti ini memang persoalan yang terjadi secara nasional. Jadi untuk bisa menyelesaikannya harus sama-sama mendesak kemenkes,” imbuhnya.  (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia