Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Kelola Barang Bekas Jadi Bernilai Jual (1)

Patok Harga Mulai Rp 25 Ribu hingga Rp 250 Ribu

07 Mei 2019, 15: 53: 36 WIB | editor : Wijayanto

CANTIK: Sumarsih (kanan) menunjukkan salah satu hasil kerajinan tangannya.

CANTIK: Sumarsih (kanan) menunjukkan salah satu hasil kerajinan tangannya. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

Sumarsih, 34, mampu menyulap limbah bungkus kopi sachet menjadi barang bernilai jual tinggi. Ibu rumah tangga warga Dusun Sungon RT 22/RW 6, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo itu menganyam limbah bungkus kopi sachet menjadi tas, tempat tisu, tutup galon, hingga taplak meja.

HENDRIK MUCHLISON-Wartawan Radar Sidoarjo

SUMARSIH menceritakan, dia mulai tergerak untuk berkreasi saat melihat banyak sampah bungkus kopi yang dihasilkan beberapa warung kopi di sekitar rumahnya. Saat itulah, dia teringat satu keterampilan menganyam yang diwariskan kakaknya saat masih tinggal di Sumatra. "Mulai membuat kerajinan satu tahun yang lalu," sebut ibu tiga anak itu.

Saat hidup di Sumatra, Sumarsih diajari kakaknya bagaimana menganyam sebuah plastik bekas. Namun saat itu masih dalam bentuk sederhana. Dalam artian hanya anyaman melebar tanpa ada lekukan. "Jadi hanya model taplak meja saja," sebutnya.

Berawal dari keterampilan itu, Sumarsih berusaha mengotak atik anyaman dan hasilnya mampu membentuk lekukan. Dari lekukan anyaman itu lah, Sumarsih dapat mengembangkan anyaman plastik bekas dalam bentuk yang lebih bervariasi.

Saat itu, hasil karya pertamanya adalah sebuah tas kecil yang terbuat dari bungkus plastik bumbu dapur. "Intinya adalah lekukan anyaman ini, jadi akan mudah dikembangkan," sebutnya.

Melihat percobaannya berhasil, Sumarsih pun mulai mengumpulkan limbah bungkus kopi saset dari warung yang berada di sekitar rumahnya. Dengan tangan tekunnya, kini Sumarsih mampu menyulap limbah plastik itu menjadi berbagai bentuk barang berguna. Seperti tas piknik, tempat tisu, tas tempat laptop, penutup galon, taplak meja, hingga tas dalam ukuran besar.

Jika kita berkunjung ke rumahnya, hasil kerajinan tangan itu akan langsung terlihat saat memasuki ruang tamunya. Sumarsih menata hasil karyanya itu di sebuah etalase di sudut ruang tamunya. "Ada 15 item lebih yang sudah dibuat," imbuhnya.

Sejumlah perabot rumahnya sendiri juga dihiasi dengan hasil karyanya tersebut. Bahkan tak hanya membuat barang layak guna. Produk kerajinan tangan Sumaraih juga laku dipasaran. Harganya pun bervariasi tergantung dari ukuran dan kesulitan pembuatannya. Misalnya saja : untuk satu buah tempat tisu hasil karyanya dibanderol dengan harga Rp 25 ribu. Untuk tas piknik ukuran kecil, Sumarsih mematok harga Rp 175 ribu. Bahkan, Sumarsih pernah membuat tas seharga Rp 250 ribu yang merupakan pesanan dari seorang dokter. (bersambung/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia