Rabu, 26 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

PG Amankan Pasokan Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam Gadu

07 Mei 2019, 15: 42: 14 WIB | editor : Wijayanto

PENGECEKAN: Petugas mengecek stok pupuk bersubsidi di gudang Petrokimia Gresik sebelum didistribusikan ke daerah.

PENGECEKAN: Petugas mengecek stok pupuk bersubsidi di gudang Petrokimia Gresik sebelum didistribusikan ke daerah. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Memasuki musim tanam gadu atau menjelang kemarau, PT Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 909 ribu ton. Jumlah ini lima kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah yang ditetapkan 171 ribu ton.

Manager Humas PG Muhammad Ihwan menyebutkan, stok pupuk bersubsidi tersebut terdiri Urea sebesar 121 ribu ton, ZA 150 ribu ton, SP-36 188 ribu ton, NPK Phonska 359 ribu ton, Petroganik 91 ribu ton.

“Sejak awal bulan sebagian daerah sudah memasuki musim tanam gadu atau musim tanam menjelang kemarau. Untuk itu, kami memastikan pada bulan puasa ini distribusi pupuk bersubsidi tetap berjalan seperti biasa,” ujar M Ihwan.

Dikatakan, Kementerian Pertanian melalui Permentan No.47/2018 menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 8,87 juta ton. Alokasi itu diserahkan kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai holding pabrik pupuk BUMN.

"Dari jumlah tersebut, PG mendapat alokasi penyaluran sebesar 5,2 juta ton. Selebihnya, akan disalurkan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) lainnya," kata Manajer Humas PG.

Ditambahkan, hingga 30 April lalu, PG telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 1,83 juta ton atau 103 persen dari alokasi Petrokimia Gresik pada kuartal I/2019. Untuk mengamankan pasokan, kata Ihwan, pihaknya mengajak petani untuk dapat mengikuti rekomendasi pemupukan berimbang. Tujuannya agar hasil pertanian dapat mencapai produktivitas optimal dan efisien dalam penggunaan pupuk.

“Pemupukan berimbang ini sangat penting karena merupakan rekomendasi yang sudah teruji mampu meningkatkan hasil panen 1-2 ton per hektar dengan aplikasi pupuk yang paling efisien, sehingga petani bisa lebih menghemat pupuknya,” ujar Ihwan.

Dijelaskan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi perusahaan berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), SK Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota Madya.

“Penyaluran ini dikawal oleh 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dan 323 asisten SPDP kami di seluruh nusantara. Kami memiliki fasilitas distribusi 305 gudang penyangga dengan kapasitas total 1,4 juta ton, 652 distributor, dan 28.228 kios resmi,” ujar Ihwan. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia