Kamis, 20 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Rayu Mertua Ajak Jalan-Jalan Biar Batal Cerai

07 Mei 2019, 14: 30: 26 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sah-sah saja mencoba berbagai upaya untuk mempertahankan pernikahan. Namun, ya jangan nyinyir kalau sudah mengerahkan harta dan tenaga, namun pasangan tetap tak mau balikan. Ingat, Anda bukan legislatif stres yang minta sumbangannya dikembalikan setelah gagal nyaleg.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Usaha kekeuh untuk mempertahankan pernikahan, juga dilakukan Donwori, 28. Karena masih cinta, Donwori pun berusaha melakukan lobbying kepada mertua agar Karin mau menarik gugatannya.

Kekonyolan Donwori ini diceritakan Karin saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, awal pekan lalu. Kali itu adalah sidang perceraian kedua. Karin mengatakan alasannya bercerai karena sudah tak tahan dengan perkataan Kasar Donwori setiap hari. Terlebih, selain kasar, Donwori ini pelit juga kepada anak istri.

Harusnya gugatan cerai ini sudah masuk pengadilan awal tahun 2018 lalu. Namun, Donwori selalu punya cara untuk nggandoli Karin.  “Biyen nangis-nangis, njaluk sepuro, ngajak damai. Akhire tak kasih kesempatan sekali waktu itu,”  ungkap Karin.

Namun agaknya, kapoknya Donwori ini kapok lombok. Tak ingat dulu nangis-nangis dan memohon-mohon, lama-kelamaan sikap buruknya keluar lagi. Donwori mulai menyakiti Karin dengan kata-kata kasar lagi. Bahkan semakin parah dan dibarengi pukulan.

Tak bahagia dengan pernikahannya, Karin pun mengajukan gugatan kembali. Namun, Donwori kembali nggandoli. Karena cara memohon-mohon dan menangis tak lagi mempan, Donwori mbujuk mertua . Setelah Karin pulang ke rumah orang tua, Donwori tiap hari apel. Membawa  ini dan itu, dengan harapan orang tua Karin luluh dan membujuk anaknya. Meskipun Karin juga tak pernah mau menemuinya, Donwori tak patah arang. “Padahal pas rukun dulu, apa pernah dia main ke rumah? Wong anaknya cuek. Pelit lagi,” lanjut perempuan bertubuh mungil ini makin sebal.

Tahu usahanya belum mampu mengambil hati Karin, Donwori mencoba metode pendekatan baru. Kali ini menggunakan alasan anak. Ia pun mengajak anak keduanya jalan-jalan dengan alasan dulu tak sempat dan sibuk. Nah, karena si anak begitu lengket dengan mboknya, walhasil Karin pun terpaksa ikut.

Ada-ada saja pilihan tempat jalan-jalan Donwori. Suaminya itu mengajak Karin ke tempat-tempat memorable  saat keduanya berpacaran dahulu. Salah satunya adalah tempat pemandian air panas di Pacet, Mojokerto, sana.  Mungkin, Donwori berharap dengan ini, Karin teringat masa lalu dan akhirnya tak bisa move on. Tapi, sorry, Bro. Kalau namanya sudah tak cinta, dibujuk seperti apapun, juga tetap tak bisa cinta. Ditraktir ini itu, Karin tetap maju dengan sidang gugatannya.

Eh lha dalah, Donwori tak terima. Di sidang mediasi pertamanya, Donwori ngamuk-ngamuk mengatai Karin istri tak tahu diri. Alasannya, karena ‘klaimnya’ Donwori sudah mencoba berkali-kali damai, tapi tetap ditolak mentah-mentah oleh Karin. Bahkan sempat juga Donwori mengatai Karin perempuan mata duitan. Cemoohan bahwa Karin sudah punya selingkuhan pun Donwori layangkan. “Mentang-mentang gak tak terimo, ngamuk maneh. Wingi-wingi ae lek omong sek alus-alus,” tukas warga Sawahan ini, tak habis pikir. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia