Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Rekapitulasi di KPU Surabaya Molor, Petugas PPK Kelelahan

06 Mei 2019, 17: 33: 14 WIB | editor : Wijayanto

PENGHITUNGAN: Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi suara   Pemilu 2019 tingkat Jatim di Hotel Singgasana, Surabaya,   Minggu (

PENGHITUNGAN: Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Jatim di Hotel Singgasana, Surabaya, Minggu ( (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Proses rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 tingkat Kota Surabaya dipastikan molor. Rekapitulasi yang ditargetkan tuntas pada Sabtu (4/5) terpaksa diundur. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya baru merampungkan 18 dari total 31 kecamatan di Kota Surabaya.

Komisioner KPU Surabaya Miftakhul Gufron mengatakan, salah satu kendala pada rekapitulasi adalah pemulihan stamina para petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Panjangnya proses rekapitulasi tingkat kecamatan membuat sebagian besar PPK kelelahan.

"Sejauh ini rekapituliasi di tingkat kota terus berjalan. Tapi kami terkendala oleh proses recovery teman-teman di PPK atau kecamatan. Maka, kami jadwalkan mereka istirahat dulu," katanya.

KPU Surabaya menargetkan proses rekapitulasi akan paling lambat hari ini (6/5). Waktu rekapitulasi sekitar dua jam per kecamatan. Dalam sehari ada enam kecamatan yang direkap.

KPU JATIM JALAN TERUS

Sementara itu, KPU Jawa Timur memulai rekapitulasi hasil Pemilu 2019 tingkat provinsi, Minggu (5/5). Proses rekapitulasi ditargetkan selesai dalam waktu lima hari. Ketua KPU Jatim Choirul Anam megatakan, dalam satu hari ditargetkan selesai rekapitulasi tujuh sampai delapan kabupaten/kota.

Dengan begitu, diharapkan waktu lima hari bisa tuntas. "Tidak harus lima hari selesai. Kalau bisa tiga hari ya, tiga hari," ungkapnya.

Uniknya, proses rekapitulasi ini tetap dilaksanakan meskipun saat ini KPU Surabaya masih melakukan rekapitulasi di tingkat kota. "Kami ingin sama-sama saling menyelesaikan rekapitulasi. Artinya, tidak saling menunggu," ujar Anam.

Anam mengaku Jatim merupakan provinsi dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terbesar. Ada 30.912.945 pemilih dan 130.010 tempat pemungutan suara (TPS). Tentu tidak mudah melakukan proses hajatan akbar. "Pada hari H 17 April kemarin, ada jutaan masyarakat Jatim yang antusias datang ke TPS dengan perasaan gembira. Ini capaian terbesar di Jatim bahwa secara umum pelaksanaan pemilu berjalan aman, lancar dan kondusif," ujarnya.

Karena itu, Anam yakin target partisipasi pemilih di Jatim melebihi target nasional 77,5 persen. "Target kami di Jatim di atas 80 persen. Ini capaian prestasi luar biasa dibanding pemilu-pemilu sebelumnya," tegasnya.

Meski demikian, Anam tidak mengelak dalam kontestasi berdemokrasi ada banyak dinamika yang terjadi. Namun, ia melihat langsung proses dinamika yang terjadi bisa diselesaikan di tingkat TPS, PPK, dan KPU Kabupaten/Kota.

Hari pertama rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara kemarin baru dilakukan untuk tujuh kota. Masing-masing Kota Blitar, Pasuruan, Kediri, Mojokerto, Madiun, Batu dan Probolinggo.

Sejumlah saksi partai meminta agar proses rekapitulasi ini berjalan lancar dan transparan. Saksi dari PAN meminta agar diberi waktu untuk interupsi dan mencermati. "Sebab, saat di kecamatan banyak saksi yang tidak boleh interupsi saat rekapitulasi di kecamatan maupun desa," katanya.

Sementara itu, Faidi, saksi dari PKB usul kalau ada persoalan di TPS yang belum selesai harus dilaporkan di forum ini. "Jangan sampai dibiarkan hilang begitu saja," katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia