Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Belum Terima Upah, Kurir SS 217 Gra, Lebih Dulu Tertangkap

06 Mei 2019, 17: 20: 35 WIB | editor : Wijayanto

TERTANGKAP: Tersangka Suwantoro dengan barang bukti SS 217,24 gram.

TERTANGKAP: Tersangka Suwantoro dengan barang bukti SS 217,24 gram. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Peredaran sabu-sabu (SS) dengan berat bruto 217,24 gram berhasil digagalkan Polsek Sukolilo. SS yang diperkirakan senilai Rp 260 juta ini didapat dari penangkapan tersangka Suwantoro, 38, warga Jalan Petemon gang buntu, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan.

Narkoba tersebut disita dalam tiga bungkus kemasan yang disimpan dalam kamar tersangka. Dugaan sementara tersangka ini seorang kurir SS. Dari data yang dihimpun, penangkapan tersebut berawal dari informasi adanya laki-laki yang mengambil bungkusan mencurigakan di sekitar bundaran ITS, Kecamatan Sukolilo.

Polisi yang mendapat informasi tersebut mencari keberadaan tersangka dan mendapati orang yang mencurigakan. Polisi menguntitnya hingga akhirnya tersangka diketahui berada di dalam rumahnya."Kami gerebek rumah tersangka dan kami temukan bungkusan berisi sabu yang sudah disimpan tersangka dalam kamarnya ini," kata Kanitreskrim Polsek Sukolilo Ipda Supranoto, Minggu (5/5).

Dari penyidikan terhadap tersangka, diketahui barang tersebut milik seseorang yang tidak dikenalnya. Ia mendapat pesan singkat saja, kemudian diminta untuk mengambil SS tersebut di sekitar bundaran ITS Surabaya.

Usai mendapat informasi ia langsung menuju ke lokasi dan membawa bungkusan berisi SS tersebut. "Ia hanya diminta mengambil saat itu. Ia mengenal bandarnya juga dari teman dan tidak pernah bertemu kirimnya juga ranjau," ujarnya.

Tersangka juga mengaku pada polisi, ia mau mengambil barang tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi. Untuk mengambil barang dan mengantarkannya, tersangka mendapat upah Rp 500 ribu. Namun, sialnya uang tersebut belum diterima namun tersangka sudah diringkus terlebih dulu oleh Polsek Sukolilo. "Ia disuruh mengirim barang tersebut ke seseorang berinisial A," ungkapnya.

Saat ini polisi memburu A, meski pengakuan tersangka tidak mengenal A dan belum tahu SS tersebut akan dikirim ke mana. "Kami sudah lidik namun informasi yang kami dapat dari tersangka sangat minim," pungkasnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia