Kamis, 20 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Banjir Meluas, Dewan Siapkan Dana Revitalisasi Kali Lamong

04 Mei 2019, 06: 35: 53 WIB | editor : Wijayanto

MELUBER: Warga Desa Pandu, Kecamatan Cerme memasang tali untuk pengaman warga yang melintas agar tidak terseret arus atau terjebak di tambak.

MELUBER: Warga Desa Pandu, Kecamatan Cerme memasang tali untuk pengaman warga yang melintas agar tidak terseret arus atau terjebak di tambak. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Banjir Kali Lamong yang melanda kawasan Gresik Selatan meluas hingga ke 42 desa di 4 kecamatan. Luapan air mulai mengarah ke wilayah Utara seperti Kecamatan Cerme dan perbatasan Kecamatan Duduksampeyan. Untuk mencegah banjir lagi, DPRD Kabupaten Gresik akan mengawal anggaran untuk revitalisasi Kali Lamong.

Berdasarkan pantauan di lokasi banjir, banjir di Kecamatan Cerme mulai menerjang Desa Pandu dan Jono yang ada di sisi Utara. Banjir itu terjadi setelah tanggul Kali Lamong di Desa Jono jebol sepanjang 12 meter. Akibat jebolnya tanggul, air sungai meluber ke kawasan tambak dan sawah milik warga Desa Jono dan Pandu.

Kepala BPBD Gresik, Tarso Sagito menyebutkan, hingga Jumat siang, sebnayak 2.566 rumah warga masih terendam. Wilayah yang terendam meliputi Kecamatan Cerme, Desa Morowudi ada 800 rumah. Mereka tersebar di Desa Dungus 61 rumah tergenang, Desa Iker-Iker Geger 150 rumah tergenang, Desa Sukoanyar 50 rumah tergenang, dan Desa Lengkong 110 rumah tergenang.

Kemudian, Desa Dampaan 50 rumah tergenang, Desa Ngembung 2 rumah tergenang, Desa Guranganyar 150 rumah tergenang, dan Desa Pandu 5 rumah tergenang. Untuk Kecamatan Menganti, Desa Gadingwatu 139 rumah tergenang, Desa Putat Lor 197 rumah tergenang, Desa Boboh 145 rumah tergenang, Desa Beton 9 rumah tergenang, dan Desa Bringkang 520 rumah tergenang.

Sementara Kecamatan Kedamean, tepatnya di Dusun Gorekan Kidul 178 rumah tergenang. Untuk Kecamatan Benjeng dan Balongpangang air mulai surut. Namun sejumlah jalan desa dan jalan poros desa, fasilitas umum seperti sekolah, masjid masih terendam. Air juga masih merendam ratusan hektar areal persawahan," pungkas Tarso

Pada bagian lain banjir yang melanda wilayah sekitar Sungai Kali Lamong bakal menjadi bahasan utama kalangan DPRD Gresik. Wakil rakyat berjanji bakal fokus untuk menyelesaikan persoalan tersebut hingga 2020 mendatang.

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib mengatakan, pihaknya sudah melakukan identifikasi terkait persoalan banjir yang terus melanda wilayah selatan. Dari hasil identifikasi ini, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama pemerintah terkait anggaran yang akan disiapkan. “Kami terus memantau terkait kondisi di wilayah selatan,” ujarnya.

Menurut dia, dari hasil pengamatan memang curah hujan selama empat hari terakhir cukup besar. Sehingga, salurah air dan anak sungai Kali Lamong tidak mampu menampung debit air. “Sehingga over load dan meluber ke rumah warga,” terangnya.

Selain itu, perubahan areal persawahan menjadi areal pabrik atau industry juga memiliki dampak yang cukup besar. Sebab, biasanya areal sawah bisa menampung air luberan untuk sementara waktu agar tidak masuk ke rumah warga. “Kalau sudah tidak ada sawah maka air akan masuk ke pemukiman,” ungkap dia. 

Untuk itu, pada perubahan APBD 2019 pada pertengahan tahun nanti pihaknya akan mengusulkan fokus anggaran untuk penyelesaian banjir. Anggaran lebih besar akan disediakan pada APBD 2020 mendatang. “Kami juga meminta agar perusahaan maupun warga yang menutupi saluran air agar melakukan perbaikan dan pembersihan,” imbuhnya. (yud/rof/ris)

(sb/yud/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia