Selasa, 18 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Nasi Mandhi dan Kebab Jadi Andalan Menu Berbuka

04 Mei 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

LEZAT: Chef BW Papilio Surabaya saat live cooking menggoreng kebab, salah satu menu andalan di Ramadan tahun ini. Selain isian daging kambing, kebab a

LEZAT: Chef BW Papilio Surabaya saat live cooking menggoreng kebab, salah satu menu andalan di Ramadan tahun ini. Selain isian daging kambing, kebab ala BW Papilio Surabaya punya pilihan isian daging ayam dan ikan dori (inset) (ABDULAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

AHMAD YANI - Kuliner khas Timur Tengah ternyata masih jadi favorit. Rasanya yang sesuai dengan lidah orang Surabaya membuat kebab, shawarma, trio nasi rempah yakni mandhi, biryani, dan kebuli ini tak pernah sepi penggemarnya saat Ramadan tiba. Hal itulah yang lantas membuat Hotel Best Western (BW) Papilio Surabaya memilih salah satu dari trio nasi rempah ini, yaitu nasi mandhi sebagai menu andalan untuk buka puasa.

Memiliki cita rasa rempah sangat kuat, nasi mandhi ala BW Papilio Surabaya disajikan dengan tiga pilihan lauk sekaligus. Ada daging kambing, daging ayam, dan ikan dori. “Kalau biasanya hanya ada daging kambing atau ayam saja, Ramadan tahun ini kami tambahkan satu lagi pilihan lauk. Ada nasi mandhi ikan dori,” jelas Sous Chef BW Papilio Surabaya Samsudin saat ditemui di Bantimurung Sky Pool & Café, Jumat (3/5).

Nasi mandhi yang disajikan, lanjut chef Samsudin, tidak jauh beda dengan nasi mandhi yang ada di restoran Timur Tengah. Sama-sama menggunakan beras jenis basmati. “Dibanding dengan beras asli Indonesia, bentuk beras basmati memang lebih panjang dan rasanya tidak pulen,” ucapnya. 

Proses memasaknya juga sedikit ribet. Menggunakan banyak campuran rempah. Seperti kayu manis, kapulaga, pekak, dan sebagainya. “Agar aroma dan rasa nasi mandhi lebih terasa, kami gunakan tetesan kaldu dari daging kambing atau ayam untuk memperkuat cita rasa,” tambahnya.

Selain nasi mandhi, chef Samsudin juga merekomendasikan kebab sebagai menu berbuka. Yang bikin istimewa kebab ini adalah proses memasaknya yang menggunakan olive oil saat menggoreng. Menurutnya, penggunaan olive oil saat menggoreng kebab membuat cita rasa kulit kebab jadi crunchy (renyah). “Kami pakai daging dengan kualitas terbaik untuk isiannya. Bagi yang nggak suka daging kambing, ada pilihan daging ayam atau ikan dori,” jelasnya. 

Meski khas Timur Tengah, kebab ini masih punya cita rasa lokal di rasanya. “Di menu-menu khas Ramadan kami, meski mengambil tema kuliner Timur Tengah, namun kami tetap masih pakai rempah asli Indonesia agar sesuai dengan lidah lokal,” tutup chef Samsudin. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia