Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tanggul Jebol, Sumberejo Tergenang, Warga Memancing Bandeng

04 Mei 2019, 08: 40: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

MELUAP: Petugas gabungan membantu warga menyelamatkan diri mengungsi ke tempat yang lebih aman saat luapan Kali Lamong melanda kawasan Sumberejo, Paka

MELUAP: Petugas gabungan membantu warga menyelamatkan diri mengungsi ke tempat yang lebih aman saat luapan Kali Lamong melanda kawasan Sumberejo, Pakal. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk mencari ikan, salah satunya dengan jala (inset). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Tanggul Sungai anak Kali Lamong jebol, akibatnya beberapa akses jalan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Benowo tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa. Bahkan ada yang banjirnya hingga satu setengah meter atau 50 senti meter.

Camat Pakal Tranggano Wahyu Wibowo mengatakan, bajir tersebut menyebabkan lima RW di kelurahan Sumberejo tergenang air. Antara warga RW 2, RW 3, RW 4, RW 7 dan RW 8. “Yang tidak terdampak banjir ada dua RW, yaitu RW 1 dan RW 6,” kata Tranggano di Kantor Kelurahan Sumberejo, Jumat (3/5) siang. 

Tranggono menuturkan, mulai dari pukul 02.00, air belum tampak deras. Kemudian pada pukul 03.30 air mulai cukup deras dan menggenangi perkampungan yang di sekitarnya. “Sebetulnya kami sejak dua hari lalu, sudah stand by di kelurahan untuk berjaga-jaga, barangkali air tinggi kami bisa segera mengevakuasi warga terdampak. Nah tadi subuh mulai tinggi, kami bersama petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Pematusan (DPUBMP) dan warga memasang sand bag untuk menghalau air,” urainya.

Banjir yang diakibatkan air dari sungai anak Kali Lamong yang cukup besar, tanggul setinggi 3 meter tersebut tidak mampu menampung debit air. Awalnya tanggul yang jebol hanya sepanjang dua meter, tapi karena tanggul terbuat dari tanah maka mudah tergerus air. Dan sekarang panjangnya 50 meter yang jebol. Sementara ini dampak terparah ada di RW 3 yang berdekatan dengan titik tanggul yang jebol.

Tranggono menjelaskan, tanggul tersebut setiap hari sudah di lakukan peninggan dengan menggunakan alat berat. Dengan adanya kejadian ini, pihak kecamatan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hanya mengerahkan alat berat yang digunakan untuk peninggian tanggul ke titik meluapnya air. 

Sementara itu, sebagin ruas jalan di wilayah Jawar, Pakal yang terendam air justru dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk memancing dan juga membersihkan kendaraan. Seakan tak memperdulikan kendaraan yang melaju di sekitarnya, warga tampak asik memancing hingga menjaring ikan. Seperti Kusaeri, warga Jawar ini datang ke kawasan jalan yang tepat di depan stadion Bung Tomo tersebut hanya untuk memancing. “Saya dari pagi mas, mancing di tambak ini, lumayan dapat bandeng satu kresek penuh,” katanya sambil menunjukan tangkapannya tersebut.

Selain Kusaeri, Slamet yang jauh-jauh dari Menganti juga ingin “memanen” ikan dengan jala. Slamet beserta temannya tampak menyebrangi tambak yang meluap tersebut dengan membawa jala. “Lumayan, dari siang tadi pakai jala sudah dapat satu gelangsing mas, bisa untuk dibawa pulang, karena saya dari pagi nggak bisa kerja, jalan menuju kantor saya terkena banjir, jadi ya akhirnya menjala ikan,” tuturnya. (gin/rmt/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia