Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Banyumili, Pamerkan Keindahan Lukisan Cat Air

03 Mei 2019, 16: 50: 53 WIB | editor : Wijayanto

BENTUK EKSPRESI: Seorang pengunjung mengamamti salah satu karya lukisan cat air yang dipamerkan di Galeri Paviliun House of Sampoerna Surabaya, Kamis

BENTUK EKSPRESI: Seorang pengunjung mengamamti salah satu karya lukisan cat air yang dipamerkan di Galeri Paviliun House of Sampoerna Surabaya, Kamis (2/5). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - 14 Pelukis Surabaya memamerkan karyanya di galeri Paviliun House of Sampoerna (HOS), Kamis (2/5). Acara yang bertemakan Banyumili tersebut mempunyai keunikan tersendiri bagi para seniman lukisan tersebut, pasalnya karya-karya lukisan mereka semuanya menggunakan cat air sebagai media utamanya.

Menurut Ketua Pameran Banyumili Budi Bi menjelaskan, tujuan diadakannya acara tersebut untuk menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS). “Kami mengambil tema Banyumili karena para seniman tersebut agar bisa leluasa, bebas, dan lepas berekspresi seperti layaknya air,” katanya.

Budi menambahkan, bahwa dalam pameran lukisan ini ada yang beda dari biasanya. “Ini hal yang unik karena kami melukis ini menggunakan cat air sebagai media utama dalam pembuatan karya lukisan bertujuan untuk mempopulerkan media cat air ke masyarakat,” ungkapnya.

Dalam pameran tersebut setiap pelukis memamerkan 3 karya lukisan. Budi yang ditemui saat sedang melukis tersebut, mengangkat tema figur dalam karyanya.

“Saya melukis dengan menggunakan kertas, tema yang saya angkat tentang figur/sosok, seperti bunga pada penari remo, pedagang ikan di Pasar Pabean, dan embhuk (pedagang, Red) sayuran di Keputran,” jelasnya.

Acara yang digelar selama 44 hari, dari 3 Mei sampai dengan 15 Juni ini memamerkan 42 karya dari pelukis ternama Surabaya, antara lain Budi Bi, Agus Koecink, Aimee Hunebi, Andreanus Gunawan, Fabiola Natasha, Hamid Nabhan, Ipeng, Joko Pram, Lukman Gimen, Pudji Kustiawan, Saiful Mujib Maruf, Taufik Kamajaya, Wahyu Sigit Crueng, Yoes Wibowo.

Sementara itu Manager Museum HoS Rani Anggraini menjelaskan, bahwa pameran tersebut terselenggara untuk meramaikan HJKS yang ke-726, dan sekaligus mendekatkan media cat cair untuk melukis kepada masyarakat Surabaya. “Tantangan menggunakan cat air sebagia gambaran semangat para seniman dalam menghasilkan karya indah dari media yang tidak biasa mereka gunakan, ini sebagai kado juga untuk ulang tahun kota Surabaya tercinta,” jelasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia