Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Video Hoax Orasi Risma di KPU, Pemkot Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

03 Mei 2019, 16: 35: 57 WIB | editor : Wijayanto

PRESKON: Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser.

PRESKON: Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan klarifikasi atas beredarnya video berdurasi sekitar 2 menit 5 detik yang viral di grup-grup whatsapp maupun media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan berorasi di depan sebuah gedung KPU dan sejumlah aparat kepolisian dengan bertuliskan 'Wali Kota Surabaya Ibu Risma' di media sosial.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, menegaskan, bahwa sosok perempuan yang berorasi dalam video itu bukanlah Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya. Karena itu, ia memastikan jika video yang berdurasi 2 menit 5 detik yang mencatut nama Wali Kota Surabaya adalah hoax.

"Kami mengetahui beredarnya video itu kemarin siang, Rabu, (1/5), kami coba melihat dengan jelas, dan kami pastikan bahwa itu bukan Bu Risma, dan itu juga bukan berada di kantor KPU Kota Surabaya," Kata Fikser saat menggelar jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis, (2/5).

Ia menjelaskan, jika dilihat dari konteks orasi, Risma Wali Kota tidak ada orasi tentang Pemilu. Apalagi, video yang beredar itu terdengar seperti protes tentang hasil pemilu. Fikser menyebut, selama ini Wali Kota Risma tidak ikut terlalu dalam terhadap proses rekapitulasi atau proses terhadap hasil-hasil KPU.

"Kami dari Bagian Humas telah mengklarifikasi video tersebut dengan tulisan hoax serta infografis, dan menyebarkannya ke grup-grup Whatsapp dan media sosial," ujarnya berdasarkan keterangan tertulis,  Kamis (2/5).

Saat ini, Pemkot Surabaya sedang mendalami atas beredarnya video tersebut ke Bagian Hukum.

"Karena ini cukup meresahkan masyarakat dengan mengatasnamakan Wali Kota Risma. Hari ini kita konsultasikan dengan Bagian Hukum, kami ambil langkah-langkah selanjutnya," tegasnya.

Atas beredarnya video hoaks itu, Fikser memastikan pihaknya juga akan melakukan konsultasi kepada pihak kepolisian. Tujuannya, untuk mendalami dan mengkonsultasikan video yang beredar itu dari sisi hukum.

Bahkan, ia mengaku, telah mempunyai bukti-bukti screenshot dari media sosial tentang siapa saja orang-orang yang mengunggah video tersebut. "Kami akan konsultasi apakah bukti-bukti materi yang kita miliki ini sudah kuat, karena kita sudah mengetahui siapa yang melakukan penyebaran duluan. Kita masih terus konsultasikan," tambahnya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan rapat internal bersama Bagian Hukum dan Kepolisian untuk mendalami dari sisi hukum video yang menyebut nama Wali Kota Risma itu. Apakah nantinya, cukup atas nama Pemkot Surabaya atau harus Wali Kota Risma yang membuat pelaporan. Karena dalam video itu disebutkan nama Wali Kota Surabaya.(gin/rak)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia