Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Mukhtar Didakwa Potong Uang Japung di DPPKAD

03 Mei 2019, 12: 48: 15 WIB | editor : Wijayanto

DAKWAAN: Terdakwa M Mukhtar saat menjalani sidang perdana di PN Tipikor Surabaya.

DAKWAAN: Terdakwa M Mukhtar saat menjalani sidang perdana di PN Tipikor Surabaya. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik mantan Sekretaris Dinas DPPKAD Gresik, M Mukhtar, 50, dengan pasal berlapis terkait pemotongan uang jasa pungut. Warga Jalan Palangkaraya 53 Perumahan GKB, ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya, Kamis (3/5).

Tim Jaksa Pidsus yang diketuai Andrie Dwi Subianto mendakwa terdakwa dengan dua pasal. Pertama terdakwa Pasal 12 huruf e dan kedua Pasal 12 huruf f jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Terdakwa sengan sengaja melakukan serangkaian perbuatan berlanjut dengan kekuasaannya memaksa dengan ancaman ASN di BPPKAD. Terdakwa melakukan pemotongan jasa insentif dengan presentase variatif. Masing-masing  Kapala Badan 30 persen, Kepala Bidang 20 persen, Kepala Seksi 15 persen dan 10 persen untuk staff," ujar Andri Subianto dalam dakwaannya.

Ditambahkan, pemotongan itu dilakukan tiap 3 bulan ketika jasa insentif diterima oleh pejabat dan pegawai ASN. Kemudian uang tersebut dikumpulkan oleh terdakwa.  Uang hasil pemotongan itu digunakan untuk kepentingan teknis dan akomodasi di BPPKAD yag tidak didukung oleh APBD. 

Uang hasil pemotongan jasa insentif itu, kata dia,  tidak semua digunakan untuk internal seperti membayar gaji THL,  satpam dan kebutuhan internal lainnya.  Namun juga diberikan sebagai hadiah kepada sejumlah pajabat.Pemotongan dilakukan sejak 2014.  

Di depan Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman, JPU menyebutkan, tim Pidsus telah melakukan OTT di BPPKAD atas pemotongan jasa insentif. Total uang yang berhasil diamankan dari OTT sebesar Rp  531.623.000. Uang yang terkumpul itu hanya sebagian,  jika terkumpul semua bisa mencapai Rp. 1,1 miliar. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia