Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Rebutan Stan, Pedagang Pasar Baru Adu Mulut

01 Mei 2019, 10: 29: 53 WIB | editor : Wijayanto

KISRUH: Pedagang Pasar Baru Gresik yang berseteru dilerai oleh anggota Polsek Kota yang dilapori ada kisruh di dalam pasar.

KISRUH: Pedagang Pasar Baru Gresik yang berseteru dilerai oleh anggota Polsek Kota yang dilapori ada kisruh di dalam pasar. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

Rebutan Stan, Pedagang Pasar Baru Adu Mulut

Rofiq/Radar Gresik

KISRUH: Pedagang Pasar Baru Gresik yang berseteru dilerai oleh anggota Polsek Kota yang dilapori ada kisurh di dalam pasar, Selasa siang. 

GRESIK – Polemik pembagian stan Pasar Baru kembali terjadi, Selasa siang. Polemik bermula dari kekecewaan pedagang yang stannya dipotong kemudian diberikan kepada pedagang baru. Karena merasa stannya dipotong, pedagang lama meminta pedagang baru agar meninggalkan stan yang ditempati. 

Kamisih pedagang lama yang stannya dipotong meminta Kholil pedagang baru untuk memindahkan barang dagangannya. Namun permintaan itu ditolak oleh Kholil karena merasa memiliki hak untuk menempati stan baru. Karena ditolak, Kamisih nekat mengeluarkan barang dagangan milik Kholil secara paksa. Tidak terima, Kholil dan Kamisih  terlibat adu mulut.

“Bu Kamisih sebelumnya sudah meminta Kholil untuk pindah dari stan tersebut. Namun menolak. Makanya Bu Kamisih bersama suaminya mengeluarkan barang milik Kholil,” ujar Ketua Paguyuban Pasar Baru, Chumaidi.

Karena tidak terima, Kholil adu mulut dengan Kamisih. Ia bahkan mengancam akan membacok Kamisih. “Sempat adu mulut antara Bu Kamisih dan pedagang baru tersebut. Sampai akhirnya dilerai oleh polisi,” ungkap dia.

Menurut dia, persoalan pemotongan stan sebenarnya tidak hanya dialami Kamisih saja. Ada 25 pedagang lain yang mengalami nasib sama. Tetapi, pedagang baru yang menempati stan milik 25 pedagang lama ini mengaku tidak masalah kalau harus pindah. Makanya mereka tidak ada yang ribut-ribut. 

“Memang berbeda dengan Bu Kamisih, stan miliknya ditempati pedagang baru yang mengaku sebagai keamanan pasar,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik Agus Budiono enggan mengomentari kejadian tersebut. Pihaknya menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut kepada aturan yang berlaku. “Tanyakan langsung saja ke Bagian Hukum,” imbuhnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia