Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Bagian Hukum Pemkab Dituding Hilangkan Ranperda

30 April 2019, 16: 41: 27 WIB | editor : Wijayanto

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Kalangan DPRD Kabupaten Gresik kembali dibuat uring-uringan dengan kinerja Bagian Hukum Pemkab Gresik. Sebab, rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang perlindungan tenaga kerja lokal yang sudah selesai dibahas ternyata dokumennya hilang. Padahal, untuk menyelesaikan pembahasan ranperda tersebut dewan telah menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan.

Dari data yang berhasil dihimpun, ranperda perlindungan tenaga kerja lokal tersebut sudah dibahas DPRD Gresik pada tahun anggaran 2017. DPRD Gresik sebenarnya telah beberapa kali mempertanyakan perkembangan ranperda tersebut. Namun, Pemkab Gresik selalu berdalih ranperda tersebut masih dalam tahap fasilitasi Gubernur Jatim dan belum turun.

 “Ketahuannya, setelah saya tagih terus perkembangan dari  Ranperda tentang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal. Awalnya, eksekutif beralasan belum turun fasilitasinya dari Gubernur Jatim,” ujar Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah.

Kecurigaan kalangan dewan lantaran ranperda-ranperda lain yang pembahasannya bersamaan dengan ranperda tersebut sudah turun dari gubernur. Tapi kenapa ranperda ini tidak kunjung turun. 

“Tapi saat kami tanyakan, antar OPD (organisasi perangkat daerah (OPD) saling lempar tanggungjawab. Ada yang mengaku sudah dikirim ke Gubernur. Dan Bagian Hukum Pemkab Gresik mengaku belum menerima ranperda itu untuk diajukan fasilitasi ke Gubernur Jatim. Lalu, saya suruh cek lagi. Termasuk, tanda terimanya,”imbuh dia.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda yang juga salah satu creator ranperda tersebut. Menurut dia, pihaknya sangat kecewa dengan persoalan ini. “Sangat mengecewakan. Karena membahas sebuah ranperda menghabiskan anggaran yang besar. Jadi, jangan seenaknya begitu,”ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil bagian hukum untuk mengklarifikasi persoalan ini. “Akan kami panggil,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Pemkab Gresik Nurlailie selalu menolak untuk dikonfirmasi. Setiap kali hendak dikonfirmasi, yang bersangkutan selalu beralasan sedang ada rapat. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia