Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Belasan Petugas KPPS Masih Dirawat di Rumah Sakit

30 April 2019, 15: 28: 50 WIB | editor : Wijayanto

KELELAHAN: Kasianti menunggu suaminya, Suharso, anggota KPPS TPS 02 Kelurahan Ploso, yang terbaring sakit di RSUD Soewandhi Surabaya.

KELELAHAN: Kasianti menunggu suaminya, Suharso, anggota KPPS TPS 02 Kelurahan Ploso, yang terbaring sakit di RSUD Soewandhi Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Surabaya terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan. Para petugas Pemilu 2019 ini bertumbangan setelah bekerja keras saat pemungutan suara hingga penghitungan suara pada 17 April lalu.

Kasianti, kemarin, menunggu suaminya, Suharso, anggota KPPS TPS 02 Bagian Ketertiban Kelurahan Ploso, yang dirawat di RSUD Soewandhi Surabaya. "Suami saya mengalami sakit ulu hati setelah menjaga TPS," katanya.

Menurut dia, sudah lima hari ini suaminya dirawat lantaran kelelahan setelah menjaga TPS 02 Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari. Namun, kondisi Suharso tidak kunjung membaik meski pencoblosan sudah berlalu seminggu lebih.

Dia berharap, suaminya yang sehari-harinya bekerja sebagai pekerja bangunan ini dapat segera sembuh dan kembali bekerja seperti biasanya. Tak hanya itu. Pihak keluarga juga berharap agar mendapat uluran tangan dari pemerintah daerah.

Informasi yang diperoleh dari internal KPU Surabaya menyebutkan, belasan petugas yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di antaranya Fuad, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karangpilang, dirawat di RS Wiyung Sejahtera. Selain itu, Abdul Hakim, Ketua PPS Kelurahan Tambakrejo, dirawat di RS Unair Mulyorejo.

Arief, anggota PPS Kelurahan dr Soetomo, dirawat di RS Wiliam Boot. Dzikri Apriyata, anggota PPK Wonocolo, rawat jalan. Musaffa Safril, anggota PPK Wonocolo, masuk IGD RSAL Dr Ramelan.

Hingga saat ini sudah ada lima petugas KPPS di Surabaya lainnya yang meninggal dunia. Mereka diduga kelelahan usai menjalankan tugasnya pada pemungutan dan penghitungan suara pada 17 April 2019.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Nur Syamsi mengakui ada belasan petugas KPPS yang yang sakit karena kelelahan dirawat di rumah sakit. Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi khusus kepada petugas KPPS yang meninggal.

Selain itu, KPU Surabaya juga telah mengusulkan KPU pusat untuk memberikan santunan kepada anggota PPK yang gugur. "Kami sudah usulkan ke pusat. Tentu pemerintah daerah dan kawan-kawan penyelenggara Pemilu 2019 secara sukarela untuk memberikan sumbangan kepada keluarga anggota yang gugur," katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia