Kamis, 20 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Kuli Ayam Bawa Kabur Motor dan Uang Majikan Rp 40 Juta

30 April 2019, 11: 04: 36 WIB | editor : Wijayanto

DIPOLISIKAN: TS salahsatu anak buah korban yang dilaporkan ke polisi.

DIPOLISIKAN: TS salahsatu anak buah korban yang dilaporkan ke polisi. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Dua orang anak baru gede (ABG) yang bekerja sebagai pekerja kandang ayam di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti dilaporkan majikannya ke polisi. Keduanya adalah TS, 16 dan Dio, 16, asal Palembang, Sumatera Selatan. Keduanya dipolisikan karena menggelapkan setoran penjualan ayam sebesar Rp 40 juta.

Menurut Hariyanto, juragan ayam asal Desa Sidowungu, RT 09 RW 02, Kecamatan Menganti, selain uang, kedua anak buahnya ini juga membawa lari sepeda motor Honda Beat nopol W 4064 CA miliknya. "Sudah ngemplang uang setoran, sepeda motor yang digunakan untuk menagih setoran juga tidak dikembalikan," kata Hariyanto.

Rosanita, 38, pegawai korban mengatakan, awalnya kedua terlapor mengambil uang setoran penjualan ayam ke beberapa pelanggannya. Jika ditotal uang setoran senilai Rp 40 juta. Alih-alih uang setoran didapat, hingga larut malam keduanya tidak kunjung kembali.

“Selain bertugas mengantarkan ayam, keduanya juga diminta mengambil uang setoran hasil jual ayam. Awalnya baik-baik saja, namun sekarang malah dibawa kabur,” ujarnya.

Dikatakan, kedua orang pegawainya tercatat sudah bekerja sejak dua tahun terakhir. Kepada sang majikan, keduanya mengaku berasal dari Palembang. Korban pun percaya meskipun keduanya tidak bisa menyerahkan kartu identitas.

“Karena kasihan jadi ditolong. Bahkan selama bekerja, mereka makan dan tidur di sini. Saya juga tidak menyangka mereka melakukan aksi nekat ini,” imbuhnya.

Kapolsek Menganti, AKP Ramadhan Nasution mengaku, pihaknya  belum mendapatkan laporan penggelapan uang setoran ayam dari korban. Kendati demikian, dia berjanji untuk menindaklanjuti hal ini.

“Saya belum mendapat laporan. Nanti saya cek apakah lapornya benar ke polsek, polres atau bahkan ke polda,” katanya. (fir/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia