Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Layani Penukaran Uang Baru Lebaran, BI Jatim Siapkan Dana Rp 33,4 T

30 April 2019, 10: 43: 30 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Menjelang perayaan Lebaran 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur mulai mempersiapkan kebutuhan uang baru bagi masyarakat Jawa Timur. Tahun ini, BI menyiapkan uang baru dengan total nilai Rp 33,4 triliun.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Yudi Harymukti menyebutkan, nilai tersebut meningkat hingga 12 persen dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang baru pada Lebaran tahun lalu. Menurutnya, meningkatnya kebutuhan uang baru jelang Lebaran dikarenakan minat masyarakat untuk menukarkan uang baru terbilang tinggi.

"Menjelang Lebaran, minat masyarakat akan uang baru meningkat, itu hal yang wajar. Karena memang terjadi dari tahun ke tahun saat Lebaran," terangnya saat Bincang Bareng Media Persiapan Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2019 di Surabaya, Senin (29/4). 

Yudi menambahkan, untuk kebutuhan uang baru bagi masyarakat Surabaya pada tahun ini diprediksi mencapai Rp 17,1 triliun. Nilai tersebut naik sebesar 15 persen dari realisasi kebutuhan uang baru tahun sebelumnya yang mencapai Rp 14,9 triliun.

Namun demikian, Yudi menuturkan, untuk menunjang mekanisme penukaran uang baru, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa perbankan untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang baru masyarakat tersebut. "Nanti layanan penukaran uang bisa dilakukan di masing-masing bank, di Kodam Brawijaya, dan di rest area di ruas jalan tol," ujarnya. 

Di wilayah Surabaya terdapat 68 perbankan yang melayani penukaran uang baru. Untuk yang di Kodam, lanjut Yudi, pihaknya telah bekerja sama dengan 12 perbankan dan penukaran uang di sana bisa dilakukan mulai tanggal 2-19 Mei 2019. Sedangkan di rest area ruas jalan tol bekerja sama dengan lima perbankan. "Penukaran uang di rest area tol tahun ini bertambah. Khusus yang di sana, penukaran uang dapat dilakukan setiap Senin dan Kamis dimulai dari tanggal 28 Mei," jelasnya. 

Lebih lanjut Yudi menuturkan, pihaknya akan menyediakan sekitar 100 paket uang pecahan baru di setiap bank setiap harinya.  Dimana 1 paket ini memiliki nilai sebesar Rp 3,7 juta yang terdiri dari pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000. "Tapi kalau secara nilai pecahan kecil biasanya hanya 3 persen dari jumlah uang yang dikeluarkan pada periode ini maupun sepanjang tahun. Sisanya pecahan uang besar seperti Rp 50.000 dan Rp 100.000," imbuhnya.

Untuk bisa melakukan penukaran uang baru, lanjut Yudi, Bank Indonesia mewajibkan masyarakat menyertakan KTP atau identitas diri lain. Tujuannya, untuk pencatatan supaya masyarakat tidak melakukan penukaran lebih dari sekali. "Meskipun nanti menukarnya berbeda-beda tempat, dan lebih dari satu kali, tetap tidak bisa. Karena kami sudah mencatatnya," tambahnya.

Yudi mengimbau supaya masyarakat melakukan penukaran uang di bank resmi atau tempat layanan penukaran uang yang sudah disiapkan oleh Bank Indonesia. "Karena kalau tukar uang di pinggir jalan belum tentu terjamin keasliannya. Belum lagi ada potongan. Kalau tukar di bank dan layanan penukaran uang kan sudah terjamin keamanannya dan tidak ada potongan juga," terangnya.

Selain itu, Yudi juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan uang elektronik atau e-money dalam hal penukaran uang. "Kami dari pihak BI juga pelan-pelan menyarankan masyarakat untuk beralih ke e-money atau non tunai karena lebih efisien juga aman," imbuhnya.

Akan tetapi, tidak dipungkiri juga dari tahun ke tahun, animo masyarakat untuk melakukan penukaran uang baru masih terus meningkat. "Karena itu satu di antara budaya masyarakat Indonesia secara umum saat menjelang Lebaran. Maka dari itu, kami mendorong masyarakat pelan-pelan secara bertahap untuk menggencarkan penggunaan uang non tunai juga," pungkasnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia