Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

Peduli Banjir Besar di Bengkulu, ACT Dirikan 5 Posko Kemanusiaan

12 Ribu Warga Mengungsi, 10 Tewas, 8 Hilang

30 April 2019, 03: 42: 02 WIB | editor : Wijayanto

PEDULI: Dapur Umum yang didirikan relawan MRI-ACT di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Bengkulu.

PEDULI: Dapur Umum yang didirikan relawan MRI-ACT di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Bengkulu. (ISTIMEWA/ACT)

Share this      

BENGKULU - Bencana alam masih belum beringsut dari bumi pertiwi. Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun selalu sigap membantu para korban dengan program bantuan maupun pemberdayaan.

Terbaru, lembaga non-profit (NGO) ini turun langsung dalam bencana banjir besar yang menerjang Provinsi Bengkulu sejak Jumat (26/4) lalu, dimana belasan ribu jiwa warga harus hidup dalam pengungsian. 

Mengutip pernyataan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, lebih dari 13 ribu warganya terdampak banjir dan tanah longsor. Dimana dari jumlah tersebut, 12 ribu jiwa  di antaranya kini masih hidup di dalam tenda-tenda pengungsi.

Warga mengungsi karena bencana banjir telah menimbulkan korban jiwa. Rohidin mengatakan, 10 orang warga Bengkulu meninggal dunia, dan 8 orang masih dinyatakan hilang terbawa arus banjir.

Meski genangan banjir perlahan mulai surut, namun pada hari ketiga, Ahad (28/4), jumlah pengungsi masih masif. "Pengungsian masih masif. Meski banjir sudah mulai surut, tapi karena banyaknya pemukiman yang terendam, warga masih memilih untuk mengungsi," ujar Apra Julianda Poetra, relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bengkulu.

Ia mengatakan, warga juga ada yang tetap bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko. Salah satunya adalah Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum yang didirikan oleh Tim MRI-ACT Bengkulu. Bahkan kini jumlahnya sudah bertambah.

"Kawan-kawan dari MRI Bengkulu telah mendirikan lima posko kemanusiaan. Posko dimaksimalkan untuk mendistribusikan makanan siap saji dan logistik kebutuhan pokok pengungsi," tambah Apra.

Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum Tim MRI-ACT itu tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor, yakni wilayah Tanjung Jaya RT.003, Sido Dadi RT.005, Tanjung Mas RT.001 dan RT.002, serta Merpati RT.012. “Kelima wilayah tersebut dipilih karena terkena dampak yang cukup besar,” terang Apra. 

Sementara itu dari Jakarta, Koordinator Tim Disaster Emergency Response ACT, Kusmayadi menyatakan, timnya telah mengirimkan personel tambahan untuk terbang langsung menuju Bengkulu guna memberikan bantuan. 

"Dampak banjir Bengkulu cukup masif dengan belasan ribu pengungsi, maka kami turunkan personel tambahan dari Jakarta untuk memperkuat aksi relawan di lokasi bencana," kata Kusmayadi, Ahad (28/4).

Merangkum data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, daerah paling parah terdampak banjir meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Lebong, Kaur dan Rejanglebong.

Hingga Ahad (28/4), bencana banjir maupun longsor di Provinsi Bengkulu telah menyebabkan 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas sekolah rusak, serta ada 40 titik infrastruktur jalan dan jembatan di sembilan kabupaten atau kota yang juga rusak. (act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia