Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Baru Sebagian Kecil RS yang Terapkan Sistem Digital

30 April 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Quote

Quote

Share this      

KEMBANG JEPUN-Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Jawa Timur (Persi Jatim) mendorong agar semua rumah sakit (RS) di Jatim mengembangkan sistem digital dalam pelayanannya. Hal ini perlu karena saat ini semua lini masyarakat sudah serba digital. Dengan adanya digitalisasi, sistem pelayanan di rumah sakit dapat lebih efisien. 

Ketua Persi Jatim Dodo Anondo menyampaikan, digitalisasi dan leanity adalah dua hal yang menjadi perhatian Persi di tahun 2019, sesuai imbauan presiden RI Joko Widodo. 

Leanity mencakup hal-hal berupa efisiensi, baik aspek bisnis, profit, dan pasien safety. "Digitalisasi ini juga merupakan upaya untuk efisiensi rumah sakit, dengan memberikan kemudahan pelayanan kepada pasien," jelasnya. 

Meski begitu, saat ini masih baru beberapa saja rumah sakit yang menerapkan digitalisasi. Dodo menyebutkan, belum sampai 50 persen dari 402 rumah sakit-rumah sakit di Jatim yang terdigitalisasi, bahkan jauh di bawah itu. Di Jatim sendiri, hanya rumah sakit tipe A dan beberapa rumah sakit daerah yang sudah mengembangkan digitalisasi. Salah satunya adalah RSUD Dr. Soetomo, RSAL, dan beberapa rumah sakit daerah lain.

Penerapan digitalisasi paling umum adalah dengan memotong antrean panjang dengan menyediakan sistem registrasi online. "Juga pelayanan di rumah sakit, kami harap nanti pasien datang dokter sudah siap, computerized, seperti di rumah sakit luar negeri, baru orang tidur di ranjang, sudah terekam panasnya berapa, tensinya, denyut nadinya, ini sudah kemajuan IT," imbuhnya. 

Direktur Utama Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya Joni Wahyuadi menjelaskan, tantangan dari digitalisasi banyak. Melibatkan berbagai lembaga, tak hanya rumah sakit, namun sistem kesehatan di daerah dan penyelenggara jaminan kesehatan. Salah satu tantangan paling berat juga datang dari pasien sendiri. Menurutnya, masyarakat belum memiliki gambaran tentang pendaftaran ke rumah sakit bisa melalui IT, tanpa bertatap muka. 

Digitalisasi, lanjut Joni, memang membantu mempercepat pelayanan di rumah sakit. Seperti saat ini, RSUD Dr. Soetomo 8 April lalu me-launching sistem registrasi online rumah sakit berbasis aplikasi, demi memotong antrean yang panjang bagi pasien rawat jalan. Meski begitu, hingga dua minggu berjalan, animo masyarakat juga masih kecil. "Dari 2.000 pasien rawat jalan setiap hari, masih 5-6 pasien yang mendaftar online per harinya, masih sangat kecil," lanjutnya. 

Digitalisasi memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Persi memiliki tantangan untuk mengajak dan melatih rumah sakit agar berpindah menuju sistem digital. Pun rumah sakit memiliki tugas untuk terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar mau berpindah ke sistie pelayanan digital. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia