Kamis, 20 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Bawaslu Akui Jatim Miliki Angka Pelanggaran Pemilu Tertinggi

28 April 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat menyebut Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki peringkat pertama terhadap pelanggaran pemilu sebanyak 3002. Kemudian disusul Sulawesi Selatan 772 temuan, Jawa Barat 514 temuan, Sulawesi Tengah 475 temuan dan Jawa Tengah 399 temuan.

Komisioner Bawaslu Jatim Aang Kunaifi kepada Radar Surabaya membenarkan hal tersebut. Menurutnya temuan tersebut terhitung hingga Maret 2019. “Sangat wajar jika terdapat pelanggaran sebanyak itu. Karena wilayah Jatim yang cukup luas dan terdapat 38 kabupaten/kota di dalamnya serta ratusan ribu calon legislatif (caleg),” jelasnya ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (27/4).

Aang mengatakan pelanggaran Pemilu di Jatim didominasi dengan pamasangan alat peraga kampanye, maupun kegiatan pelaksana kampanye tanpa memberitahu kepada pengawas. “Selain itu ada dua pelanggaran pidana yang ada di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Madiun,” katanya.

Menurutnya, dari 3.002 pelanggaran yang ada, pelanggaran administrasi dan pelanggaran undang-undang lain. Aang mengatakan angka tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk memaksimalkan kembali peran Bawaslu untuk mencegah pelanggaran terjadi.

Aang menambahkan di dalam Pemilu ada empat jenis pelanggaran, yang pertama pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana, pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu, dan terakhir pelanggaran undang-undang lain. Ia mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan kepada Bawaslu jika menemukan pelanggaran saat pencoblosan maupun penghitungan suara.

“Siapapun boleh mengawasi proses penghitungan suara mulai TPS hingga pusat, tapi kalau menemukan pelanggaran pemilu bisa lapor sesuai mekanisme hukum kepada jajaran pengawas pemilu,” pungkasnya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia