Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Serba Hitam dengan Gold, Gambarkan Ketangguhan Ratu Eropa

28 April 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

RATU EROPA: Dua orang model berpose dengan mengenakan busana karya desainer Geraldus Sugeng, dengan tema Parametric Armour yang menceritakan tentang k

RATU EROPA: Dua orang model berpose dengan mengenakan busana karya desainer Geraldus Sugeng, dengan tema Parametric Armour yang menceritakan tentang ketangguhan seorang ratu, Sabtu (27/4). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

EMBONG KALIASIN - Ratu Eropa pada abad pertengahan tak hanya tampil cantik, tapi juga tangguh. Di balik balutan busananya yang memesona, mereka punya kekuatan untuk merebut dan mempertahankan kerajaan. Pesona Putri Eropa inilah yang menginspirasi Geraldus Sugeng untuk menciptakan koleksi busana terbarunya. 

“Insipirasinya dari peperangan antara dua ratu yang dijuluki Mawar Merah dan Mawar Putih yang berperang memperebutkan sebuah kerajaan. Peperangan itu berdampak pada lenyapnya sebagian besar keturunan pria,” paparnya dalam Fashion Parade 2019 di Tunjungan Plaza, Sabtu(27/4). 

Mengangkat tema Parametric Armour, Geraldus mnghadirkan 12 busana bergaya Neo Medieval. Dengan busana-busana berwarna basic seperti hitam, gold, dan nude dengan permainan siluet tubuh yang khas. Gaya Neo Medieval memang sedang menjadi satu di antara empat tren forecasting tahun ini.

Sebagai desainer, anggota Indonesia Fashion Chamber(IFC) ini pun tertantang untuk mewujudkan tema ini dalam koleksi terbarunya. Untuk mewujudkan karakter  bangsawan perempuan Eropa yang kuat, Geraldus bermain dengan warna-warna hitam dan emas. Ia menggunakan bahan organza untuk menekankan kesan glamor seorang ratu. 

Untuk mempertegasnya, detail logam dan payet ia susun secara parametris di atas dressnya. Menariknya, di balik gaun-gaun indah itu, menyembul sebuah perisai artificial . Perisai ini memberikan detail yang semakin mempertegas busananya. 

Untuk mempertegas kesan putri, dia juga memasangkan headpiece berupa mahkota dengan dominasi warna gold dari bebatuan. Aksesoris pun ia buat senada dengan dominasi shimmer dan lipstik hingga gold.

Aneka busana ini ditampilkan Geraldus dalam fashion show tahunan bertajuk Surabaya Fashione Parade di hari keempat. Meski keluar dari statement desainnya pada umunya, Geraldus menikmati proses penciptaan kedua belas busananya ini. Mulai dari proses observasi dan pengerjaan.

“Karena saya menyukai sejarah ya, jadi senang selama prosesnya,” katanya. (is/rek)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia