Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Gaet Milenial, Bank Jatim Segera Luncurkan Produk Fintech

27 April 2019, 13: 11: 41 WIB | editor : Wijayanto

LAYANAN DIGITAL: Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha (kanan) menunjukan aplikasi Jatimcode yang bisa dipakai 2.000 merchant yang sud

LAYANAN DIGITAL: Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha (kanan) menunjukan aplikasi Jatimcode yang bisa dipakai 2.000 merchant yang sudah bekerja sama dengan QR code. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim terus agresif dalam mengembangkan produk financial technology (fintech). Pasalnya, Bank Jatim mencatatkan sekitar Rp 90 miliar investasi belanja modal digelontorkan untuk sektor teknologi informasi (TI). Salah satunya dengan pengembangan data primer dan pengembangan sistem digital launch dimana semua aktivitas perbankan nantinya cashless.

Komisaris Independen Bank Jatim Candra Fajri Ananda menyebutkan, produk fintech Bank Jatim ini akan di-launching bulan Agustus mendatang. Sedangkan saat ini, pihaknya telah memiliki sistem pembayaran nontunai melalui fasilitas terbaru QR code, yang dinamakan Jatimcode.

"Jatimcode merupakan pengembangan fitur pembayaran Bank Jatim mobile banking melalui scan QR code yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi sehingga lebih fleksibel," terangnya saat konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2018 (RUPS TB 2018) di Surabaya, Jumat (26/4). 

Menurutnya, fasilitas ini juga sebagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan nasabah di bidang digital perbankan dan membidik nasabah milenial. "Sistem pembayaran Jatimcode ini juga sebagai wujud nyata mendukung program nontunai pemerintah," jelasnya.

Candra menuturkan, sampai saat ini sudah ada lebih dari 2.000 merchant yang sudah bekerja sama dengan QR code. "Target kami sampai akhir tahun nanti jelas di atas 2.000 merchant," ujarnya.

Selain itu, dengan adanya fasilitas ini diharapkan mampu menambah sekitar 1.000 nasabah baru Bank Jatim. "Tantangannya saat ini kan semua sudah fintech, sehingga bagaimana teknologi ini bisa memberikan kontribusi pada pendapatan. Sehingga mampu meningkatkan efektivitas," imbuhnya.

Sementara itu, terkait kinerja selama triwulan I 2019, bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini membukukan laba bersih Rp 405,5 miliar tumbuh 7,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy). Untuk aset, tumbuh 14,06 persen menjadi  Rp 63,1 triliun. Selama periode tiga bulan di 2019, Bank Jatim mencatatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 51,82 triliun atau tumbuh 15,16 persen.

Dari sisi pembiayaan, emiten berkode BJTM itu berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 33,7 triliun atau tumbuh 7,27 persen (yoy). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi, yaitu sebesar Rp7,15 triliun atau tumbuh 16,61 persen (yoy).

Dalam RUPS TB 2018 Candra juga mengumumkan empat Direktur Bank Jatim mengakhiri masa jabatannya. Di antara petinggi Bank Jatim yang mengakhiri jabatannya adalah Direktur Utama Bank Jatim R. Soeroso. "Berakhir karena yang bersangkutan telah menjabat selama dua periode atau delapan tahun. Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), batas masa jabatan seorang Dirut hanya dua periode, dimana satu periodenya adalah empat tahun," tuturnya.

Selain Soeroso, ada tiga lagi jajaran direksi yang sudah tidak lagi menjabat di Bank Jatim. Mereka antara lain, Direktur Operasional Rudie Hardiono, Direktur Menengah Korporasi Su’udi dan Direktur Ritel Konsumer dan Usaha Syariah, Tony Sudjiaryanto. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia