Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Bonsai, Mahal karena Keindahannya

27 April 2019, 13: 07: 31 WIB | editor : Wijayanto

MAHAL: Selvy Wang mengamati salah satu tanaman bonsai yang dipamerkan di salah satu hotel di Jalan Prapen.

MAHAL: Selvy Wang mengamati salah satu tanaman bonsai yang dipamerkan di salah satu hotel di Jalan Prapen. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Orang mengenal beberapa jenis bonsai berasal dari tanaman beringin, pinus ataupun bougenvile. Namun siapa sangka, tanaman asam jawa pun rupanya bisa dijadikan tanaman bonsai yang cantik. Seperti yang dipamerkan di sebuah hotel di kawasan Jemursari.

Bonsai pohon asam ini bahkan tak kalah cantiknya di jajarkan dengan bonsai jenis lain. Malah terkesan unik dengan daunnya yang tak serumpun bonsai lain. Siapa sangka, bonsai asam tersebut termasuk usianya paling tua diantara 84 jenis bonsai lain yang di pamerkan. 

Dari 85 jenis bonsai yang dipamerkan, tak ada yang bentuknya sama satu dan yang lain. Semua memiliki keunikan tersendiri. Ada yang berukuran sangat mini, diletakkan di atas pot berukuran 6x6 cm juga ada yang besar. Ada yang tegak ke atas, ada yang rantingnya menjuntai ke bawah (cascade), juga ada yang semi cascade . 

Bonsai-bonsai tersebut merupakan milik dari perempuan asal Jakarta, Jeanne Wenas. Ia yang awalnya merupakan pecinta tanaman hias ini mengaku jatuh cinta setelah menyaksikan pameran bonsai puluhan tahun lalu. "Aku ini termasuk perempuan yang sakit jiwa, perempuan lainnya suka lukisan, saya malah cinta dengan bonsai. Mana ada banyak perempuan suka bonsai," kelakarnya.

Bonsai-bonsai yang dipamerkan adalah bonsai hasil karyanya. Meski tak semua ia tangani langsung, mengingat usia Joanne yang hampir berkepala tujuh ini seringkali sudah tak kooperatif dengan semangatnya. "Aku merangkai yang kecil-kecil, kalau yang besar sudah tidak kuat tangan saya," lanjutnya. 

Jongky B. Sulistio, Sekertaris Jenderal Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia mengatakan, bonsai dinilai mahal bukan karena besar kecil atau jenis tanamannya. Melainkan nilai seni atau keindahan bentuknya yang didapatkan melalui proses pembentukan yang lama hingga puluhan tahun. Sementara itu, perawatan bonsai tergolong mudah. "Kalau merawatnya mudah, cukup di siram dua kali sehari dan dipupuk, kalau tanahnya mulai padat, diganti media tanamnya, itu saja," tukasnya. (is/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia