Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Bolong, Pegawai Lapas yang Gemar Motor Lawas

Sudah Koleksi 25 Motor, Masih Ingin Nambah Terus

27 April 2019, 12: 38: 12 WIB | editor : Wijayanto

KEBABLASAN: Sida Indaryanto alias Bolong menunjukkan koleksi motor lawasnya.

KEBABLASAN: Sida Indaryanto alias Bolong menunjukkan koleksi motor lawasnya. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Semua pabrikan motor hampir setiap tahun mengeluarkan varian maupun model baru. Tetapi semua motor gres itu tidak membuat Bolong (55) tertarik. Ia justru melirik motor besutan lawas dengan mesin 2 tak. Menurut pegawai Bagian Umum Lapas Kelas II A Sidoarjo ini, motor 2 tak punya tarikan yang yahud dan perawatan yang gampang.

SATRIA NUGRAHA-Wartawan Radar Sidoarjo

SAAT memasuki rumahnya dengan halaman yang luas di Jalan Teuku Umar Gg II Sidoarjo, di sisi kanan terlihat koleksi motor lawasnya. Jumlahnya 25. Tidak hanya di satu lokasi saja, Bolong juga menyimpan motornya di gudang sebelah.

Dia pun menceritakan cikal bakal menjadi kolektor motor lawas. “Dulu teman-teman saya banyak yang pakai Suzuki A 100. Setelah saya coba kok enak, kemudian saya tertarik,”  ungkap pemilik nama asli Sida Indaryanto ini.

Namun motor lawas yang pertama kali dia beli bukanlah A 100, melainkan Suzuki TRS besutan tahun 1991 yang dibelinya pada 2011. Bolong kemudian membeli Suzuki A 4 produksi tahun 1972 dengan harga Rp 1,5 juta. Harga beli paling tinggi di antara koleksinya. “Setelah itu saya jadi keblabasan beli motor lawas,” ujar suami Ning Haryuni ini diiringi tawa.

Dari semua koleksinya dia mengaku jatuh hati kepada Suzuki A 2 produksi tahun 1968 dengan cat yang masih orisinil. Bolong telah mengajak ‘pacarnya’ ini keliling Jawa Timur. “Kalau naik Bromo sih sering. Ke Sendang Biru Malang lewat Balekambang juga sudah beberapa kali,” ujar bapak dua anak ini.

Dia biasanya touring dengan rekan sesama pecinta motor lawas yang tiap Sabtu malam rutin cangkrukan di kompleks GOR Sidoarjo. Bolong mengisahkan saat turun dan naik di Jurang Mayit, jalan yang sangat curam menuju Pantai Balekambang, motor Suzuki A 2 nya melewatinya dengan enteng. “Itulah kelebihan motor 2 tak, tarikan sangat enteng dan bertenaga,” imbuhnya.

Mempunyai koleksi 25 motor lawas tak membuat Bolong lantas kehabisan waktu merawatnya. Dia membiarkan puluhan motornya nganggur berbulan-bulan kecuali yang dipakai berdinas ke kantor. “Perawatan 2 tak gampang. Meskipun lama tidak terpakai tinggal buka karburator dan semprot pakai bensin pasti hidup mesinnya,” ujar ASN dengan golongan III B ini.

Suku cadang motor lawas memang tidak bisa langsung bisa dibeli di toko saat motornya rewel. Bolong mengaku gampang-gampang susah mencarinya. Dia sering mendapatkannya dari anggota komunitasnya maupun beli lewat online. Meskipun kini Bolong telah memiliki 25 motor lawas, namun dia tetap akan menambah koleksinya. (sat/nis)

(sb/sat/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia