Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Kelelahan, Panwascam Tarik Pecah Ketuban dan Melahirkan

27 April 2019, 12: 33: 05 WIB | editor : Wijayanto

BERSAMA BAYINYA: Anik Inayah memberi susu anaknya.

BERSAMA BAYINYA: Anik Inayah memberi susu anaknya. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO – Diduga karena kelelahan, seorang staf panitia pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Tarik, Sidoarjo harus melahirkan lebih awal dari jadwal seharusnya. Dia adalah Anik Inayah, 27, warga Desa Singogalih, Kecamatan Tarik. Dia terpaksa harus melahirkan anak keduanya itu karena mengalami pecah ketuban saat menjalankan tugas di Kantor Kecamatan Tarik.

Hidayat, suami staf Panwascam itu menceritakan, sesuai jadwal, proses persalinan seharusnya dilakukan pada Mei mendatang. Hidayat mendapat kabar bahwa istrinya mengalami sakit pada bagian perutnya saat berada di kantor Kecamatan Tarik. Istrinya telah sehari semalam tidak pulang ke rumah karena mengawasi proses penghitungan surat suara tersebut. “Ketubannya pecah, jadi langsung saya jemput kesana (Kantor Kecamatan Tarik, Red),” terangnya.

Setibanya di Kantor Kecamatan, Hidayat langsung membawa istrinya itu ke Puskesmas setempat. Ketika di Puskesmas, istrinya dirujuk untuk dibawa ke Rumah Sakit Gatoel Mojokerto. “Saya panik karena kemungkinan operasi,” sebutnya.

Setibanya di Rumah Sakit, Hidayat semakin cemas karena mendapat informasi dari dokter kalau air ketuban istrinya itu hampir habis. Tim dokter langsung bertindak cepat untuk melakukan persalinan terhadap Anik yang  sudah mulai lemas. “Tepat pukul 23.52, putra kami lahir dengan selamat,” ungkap Hidayat.

Putra keduanya itu lahir dengan persalinan normal dengan berat 3 kilogram dan panjang 50 centimeter. Bayi mungil itu juga sudah diberi nama Muhammad Reyza Putra Hidayat. “Sempat diberi obat induksi juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Anik mengaku jika kerja keras yang dilakukannya sebagai panwascam itu adalah murni keinginannya sendiri. Dia tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan baik walau dalam kondisi mengandung. “Sudah tanggung jawabku menyelesaikan tugas. Yang lebih bangga, anak kami lahir dengan selamat,” singkat Anik saat ditemui dirumahnya. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia