Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Diusulkan Tujuh, Bangun Dua Overpass pada Bulan Depan

27 April 2019, 11: 46: 09 WIB | editor : Wijayanto

PADAT: Overpass di Masangan Wetan.

PADAT: Overpass di Masangan Wetan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Overpass di atas jalan tol akan dilebarkan tahun ini. Namun dari delapan overpass yang diusulkan, baru dua yang disetujui. Yakni di Desa Masangan Wetan dan Wage.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bahrul Amig mengatakan, volume kendaraan yang melintas di overpass sangat tinggi. Perkembangan wilayah membuat banyak hunian baru dibangun. Sehingga jumlah kendaraan juga bertambah.

Banyaknya jumlah kendaraan yang melintas itu tidak sebanding dengan kondisi overpass yang sempit. Hanya cukup dilewati satu kendaraan. "Harus gantian yang lewat," katanya.

Amig menjelaskan, total ada tujuh overpass. Di desa Sukolegok dan desa Sepande, Kecamatan Candi, Desa Masangan Wetan dan Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Desa Kedungturi dan Wage, Kecamatan Taman, serta Jalan Kesatrian.

Ketujuh overpass itu setiap hari selalu macet. Contohnya overpass di Masangan Wetan. Ekor kepadatannya bisa sampai Kloposepuluh.

Tahun lalu Dishub merancang kajian penuntasan kemacetan overpass. Hasilnya, ada rekomendasi penambahan lajur jalan layang. Usulan itu disampaikan pada PT Jasa Marga selaku pengelola jalan tol.

PT Jasa Marga memberi lampu hijau. Dari usulan tujuh overpass itu, dua yang bakal dibangun. Yakni di Masangan Wetan dan Wage.

Kasi Sarpras Dinas Perhubungan (Dishub) Rizal Asnan mengatakan perluasan dua overpass itu memang didahulukan. Pertimbangannya melihat tingkat kepadatan kendaraan. Rencananya akan dibangun Mei.

Dia mencontohkan overpass Masangan Wetan. Jalan layang itu merupakan akses utama warga dari Kloposepuluh menuju Gedangan. Atau sebaliknya. "Mulai pagi hingga siang sangat padat," ujarnya.

Sedangkan untuk enam overpass lain, Dishub menyiapkan langkah penanganan sementara. Untuk mengurangi kepadatan, disetiap overpass akan dipasang traffic light (TL) dan CCTV. TL berfungsi mengatur kendaraan. Sedangkan CCTV fungsinya memonitor kepadatan. "Jika lalu-lintas padat, petugas bisa langsung mengurai," jelasnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia