Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Pagi Ini PSU di Dua TPS, Semua Pemilih Dijamu Sarapan Pagi

27 April 2019, 06: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

PSU: TPS 28 Rungkut Menanggal yang akan melakukan coblosan ulang hari ini (27/4).

PSU: TPS 28 Rungkut Menanggal yang akan melakukan coblosan ulang hari ini (27/4). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pemungutan suara ulang (PSU) digelar Sabtu hari ini (27/4) di dua tempat pemungutan suara (TPS). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya telah menyediakan logistik untuk PSU di TPS 28 Kelurahan Rungkut Menanggal, Kecamatan Gununganyar, dan TPS 11 Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.

Pantauan Radar Surabaya, TPS 28 di Balai RW IV Perumahan Rungkut Menanggal Harapan Blok GA telah siap. Semua logistik pemilu telah tiba di lokasi pada pukul 16.09, Jumat (26/4). Tampak belasan polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga di TPS tersebut.

Sebanyak empat kotak suara dalam kondisi tersegel disimpan di dalam balai RW. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gununganyar Kusnan mengatakan, PSU berjalan seperti pemungutan suara pada 17 April lalu. Hanya saja, para pemilih mendapat menu sarapan pagi.

“Para petugas malah lebih siap karena belajar dari kemarin (17/4). Logistiknya juga sudah masuk semua,” kata Kusnan di Balai RW IV, Rungkut Menanggal.

Selain persiapan petugas dan logsitik, menurut Kusnan, pihaknya juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada warga setempat untuk mengikuti PSU. Kusnan bersama anggota lainnya bergantian melakukan sosialisasi dengan menggunakan pengeras suara berkeliling kompleks perumahan.

Tingkat partisipasi di TPS 28 pada pemilu serentak 17 April lalu sekitar 80 persen. Ada 269 warga yang masuk DPT dan 9 DPK. PSU di TPS tersebut akan diselenggarakan pada pukul 07.00.

Komisoner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya Miftakhul Gufron mengatakan, persiapan PSU di TPS 11 Kelurahan Lidah Kulon, Lakarsanti, juga sudah mantap. Sebelumnya KPU Surabaya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan melakukan PSU.

“Misalkan, tingkat partisipasi saat pemilihan kemarin kurang dari 70-80 persen, ya kalau bisa pada saat PSU bisa lebih dari itu,” tuturnya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia