Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemprov Jatim Santuni 58 Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia

27 April 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

HARU: Gubernur Khofifah menghibur keluarga petugas KPPS yang meninggal karena menjalankan tugasnya selama pemilu 2019.

HARU: Gubernur Khofifah menghibur keluarga petugas KPPS yang meninggal karena menjalankan tugasnya selama pemilu 2019. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memberikan santunan kepada 53 keluarga penyelenggara pemilu yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut dua di antaranya adalah anggota kepolisian.

Isak tangis mewarnai pemberian santunan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada keluarga penyelenggara pemilu yang meninggal, Jumat (26/4). Bahkan ada yang menjadi yatim piatu setelah ayahnya meninggal saat menjalankan tugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). “Yang sabar ya,” ujar Khofifah saat memberikan santunan di Gedung Negara Grahadi.

Khofifah mengatakan ahli waris masing-masing mendapatkan santunan sebanyak Rp 15 juta dari Pemprov Jatim. Ia menambahkan panitia pemilu yang dirawat di Rumah Sakit juga cukup banyak. “Kami sudah mengkoordinasikan rumah sakit yang ada di daerah bahwa mereka yang harus mendapatkan layanan kesehatan karena melaksanakan tugas penyelenggaraan pemilu. Dan harus dipastikan bahwa semua biaya akan dicover oleh daerah masing-masing. Jika memang harus dirujuk pada rumah sakit tipe A karena dokter spesialisnya atau alat kesehatan tertentu yang dibutuhkan maka bisa dipastikan Pemprov akan memberikan layanan kesehatan secara gratis pula. Kami berharap kepada petugas rumah sakit agar memprioritaskan mereka,” jelasnya.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan data terakhir yang diterimanya sebanyak 53 orang. Namun saat memberikan santunan ia menerima kabar ada yang meninggal sebanyak 5 orang. “Jadi total ada 58 orang,” katanya.

Sementara itu Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan pihaknya sudah mengusulkan kepada KPU RI untuk memberikan santunan. Menurutnya KPU RI sudah menyampaikan akan ada anggaran untuk petugas pemilu yang meninggal. “Untuk yang dirawat di rumah sakit masih ada ratusan dan sudah didata. Saat ini kita sudah melakukan cluster yang sakit ini sesuai kondisinya. KPU RI akan memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian kinerja petugas pemilu,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana proses rekapitulasi di kecamatan yang saat ini masih berlangsung, Anam mengatakan sudah melakukan penggantian terhadap petugas yang meninggal. Ia juga menginstruksikan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk menjaga kesehatan, termasuk PPK dan PPS. “Bahkan BPJS sudah standby ikut menjaga rekan-rekan penyelenggara pemilu yang ada di kecamatan,” katanya.

Anam menegaskan tidak ada penambahan personil, namun hanya penggantian petugas jika salah satu diantaranya ada yang berhalangan. “Saat ini proses rekapitulasi di tingkat kecamatan sudah mencapai 50 persen lebih. Sedangkan untuk kabupaten 28 April besok,” pungkasnya. (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia